Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi di Sumbar, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Cuaca di Sumbar tak menentu timbulkann beberapa penyakit

Hujan. (Ilustrasi Pixabay.com)

Langgam.id – Hujan dengan intensitas tinggi melanda sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) beberapa hari belakangan hingga menyebabkan banjir dan longsor. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi seperti ini masih akan terjadi beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman Sakimin mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih terjadi hingga tanggal 28 September 2018. Hal ini karena di Sumbar memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.
.
“Jadi sebagian daerah memang sudah ada yang masuk musim penghujan, makanya intensitas hujan semakin meningkat,” katanya Sabtu (26/9/2020).

Meski demikian, wilayah Sumbar pada umumnya, terutama pantai barat adalah wilayah non zona musim. Jadi, walau musim kemarau tetap ada hujan, hanya saja intesitasnya berkurang. Sementara, saat musim hujan intensitasnya menjadi meningkat.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini akan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat dan dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada pagi, siang, sore dan malam hari. Hal itu terjadi di wilayah Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Agam, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Padang Pariaman, Sawah Lunto, Pariaman,  Padang, Kabupaten Solok dan Pesisir Selatan.

“Jadi kita harus siap-siap, terutama daerah yang mungkin dataran rendah, harus bersiaga karena bisa terjadi genangan air dan banjir,” katanya.
.
Baca Juga: BMKG: Waspadi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Padang hingga Agam

Beberapa waktu lalu terjadi banjir di beberapa wilayah seperti di Padang dan Pesisir Selatan. Daerah tersebut memang sudah jadi langganan genangan air. Beberapa hari ke depan potensi demikian masih bisa terjadi lagi. Apalagi tanah semakin tidak mampu meresap air karena sudah beberapa hari hujan.

Banjir juga bisa terjadi jika karena drainase yang tidak berjalan dengan baik. Namun pihaknya memperkirakan hujan tidak akan sampai ke tingkat ekstrim, karena penumpukan awan hujan sudah terurai sejak beberapa hari lalu. Hujan ekstrim bisa terjadi di masa awal karena adanya penumpukan awan hujan.

“Jadi gangguan cuaca di sebelah pantai barat masih belum habis, jadi sampai tanggal 28 September masih bisa hujan lebat,” katanya.

Pihaknya menyebut bahwa Sumbar juga memasuki musim pancaroba. Hal ini terjadi dari September sampai Oktober, kemudian November masuk musim hujan. Ini juga bukan anomali, melainkan siklus peralihan dan meningkatkan intensitas hujan. Penguapan saat ini juga kecil karena sudah terjadi hujan.

Pihaknya mengimbau masyarakat waspasa terutama yang tinggal di daerah rendah yang mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kemudian bagi masyarakat yang tinggal di daerah lereng juga waspada akan ada longsor.

“Tetap waspada untuk antisipasi, dan ikuti info dari BMKG karena kita akan selalu update daerah mana saja yang perlu diwaspadai,” katanya. (Rahmadi/SS)

Baca Juga

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumbar hingga 20 Mei 2026
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumbar hingga 20 Mei 2026
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah - Batusangkar Lumpuh Total
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah – Batusangkar Lumpuh Total
Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter
Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter
Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota
BMKG: Cuaca Ekstrem di Sumbar Dipengaruhi Peralihan Musim
Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengimbau masyarakat yang dekat dengan bantaran sungai diminta waspada terhadap kemungkinan banjir bandang.
BMKG Ingatkan 4 Wilayah Sumbar Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Cahaya Berekor di Langit Sumbar, BMKG: Puing Antariksa
Cahaya Berekor di Langit Sumbar, BMKG: Puing Antariksa