Langgam.id – Sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di momen HUT Kemerdekaan RI ke-81 atau pada 17 Agustus 2026.
Berdasarkan analisis BMKG Minangkabau, hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional yang masih aktif.
Hujan ringan dan lebat ini dimulai pada periode 14-17 Agustus 2026. Wilayah yang masuk kategori waspada semakin meluas.
Daerah tersebut meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Kota Padang.
Kemudian Kabupaten Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, Solok Selatan dan Dharmasraya juga masuk kategori waspada. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Adapun kategori siaga meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Solok dan Solok Selatan. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG Minangkabau belum menetapkan wilayah dalam kategori awas. Potensi angin kencang juga belum teridentifikasi pada periode 14-17 Agustus 2026.
Prakirawan Cuaca (Forecaster) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman Jeni Adrian mengatakan, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca signifikan. Terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan dinamika atmosfer yang aktif.
“Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi sambaran petir. Saat hujan disertai petir, masyarakat sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame” katanya, Rabu (12/8/2026).
Selain tiu, bangunan yang rapuh juga perlu dihindari saat terjadi hujan disertai angin kencang. Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi dalam kondisi tersebut.
BMKG Minangkabau meminta masyarakat memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala. Informasi resmi dapat diakses melalui laman BMKG, BMKG Minangkabau, aplikasi InfoBMKG dan media sosial @bmkgminangkabau.
Selanjutnya, pada periode 8-10 Agustus 2026, hujan ringan hingga sedang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumbar. Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Agam sebesar 39 milimeter pada 9 Agustus 2026.
Sebelumnya, pada 8 Agustus 2026, curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 22,6 milimeter. Sementara itu, pada 10 Agustus 2026 tidak tercatat curah hujan di wilayah Sumbar.
“Kondisi ini jadi perkuat suhu muka laut yang hangat di perairan Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Suhu laut tersebut meningkatkan penguapan dan menyuplai kelembapan ke wilayah daratan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk periode 11-13 Agustus 2026, cuaca Sumbar diprakirakan didominasi hujan ringan hingga lebat. Sejumlah daerah masuk kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Solok dan Solok Selatan.
Sementara itu, Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota masuk kategori siaga. Ketiga wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Untuk kategori awas dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG Minangkabau belum menetapkan wilayah. Potensi angin kencang juga belum teridentifikasi dalam periode tersebut. (WAN)





