Langgam.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua titik panas atau hotspot di Kabupaten Dharmasraya dan Pesisir Selatan, pada Kamis (10/9/2026) pagi.
Prakirawan BMKG Jeni Adrian mengatakan, dua titik panas itu terpantau dalam pemantauan satelit pada Kamis pagi. Titik tersebut terhitung sejak pukul 07.00-09.00 WIB.
“Pagi ini terdeteksi dua titik panas (hotspot) di wilayah Sumbar. Hospot muncul dengan kategori tingkat kepercayaan sedang,” katanya kepada Langgam.id, Kamis (10/9/2026).
Sementara itu, dalam kurun waktu 10 hari atau periode 1-10 September 2026, BMKG catat 357 titik panas dj Sumbar, terbanyak di Pesisir Selatan.
Dari angka tersebut terbagi menjadi menjadi tiga bagian, di antaranya 19 titik panas dengan tinggat kepercayaan rendah, 325 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang, dan 13 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Jeni menyebutkan, 357 itu terdapat di sejumlah wilayah di antaranya Pesisir Selatan 116 titik dan tercatat wilayah paling banyak titik panas.
Kemudian Dharmasraya dengan jumlah 73 titik, Pasaman Barat 51, Sijunjung 41, Solok Selatan 25, Limapuluh Kota 15, Pasaman juga 15 titik.
Sementara itu, titik panas juga muncul di wilayah Solok 10 titik, Agam empat, Kepuluan Mentawai empat, dan Kota Padang, Sawahlunto, Padang Pariaman terdapat 1 titik.
“Ada 13 wilayah Sumbar muncuk titik hospot. Paling banyak Pesisir Selatan,” katanya.
Jeni menambahkan pihaknya tidak bisa memperkirakan titik panas muncul di lahan, permukiman maupun hutan.
“Untuk tempat munculnya kami tidak dapat memantau secara satelit. Dan baiknya langsung ke lokasi titik,” tuturnya. (WAN)




