Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 

Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 

Kabut asap menyelimuti Kota Padang. (Foto: LSM/Langgam)

Langgam.id—Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (16/9/2026) dipengaruhi sebaran asap dari wilayah lain di provinsi. Berdasarkan arah angin dan sebaran titik panas menunjukkan asap dominan berasal dari wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan, kondisi angin saat ini berasal dari arah tenggara, sehingga sebaran asap bergerak ke wilayah Sumatra Barat.

Menurutnya, jumlah titik panas saat ini lebih banyak terpantau di wilayah Jambi dan Sumsel. Kondisi tersebut memungkinkan sebaran asap meluas hingga ke Sumatera Barat.

“Dengan demikian sebaran asap tersebut meluas hingga ke wilayah Sumatera Barat,” ujar Yudha Rabu (16/9/2026).

Meski demikian, BMKG juga masih mendeteksi adanya titik panas di wilayah Sumbar. Berdasarkan pantauan titik panas aktual, terdapat sembilan titik panas yang tersebar di wilayah Pesisir Selatan dan Dharmasraya.

Yudha mengatakan, kondisi kabut asap masih berpotensi berlangsung selama periode musim kemarau. Berdasarkan karakteristik musim di wilayah sumber titik panas, musim kemarau diperkirakan dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober.

“Dengan demikian kewaspadaan atas kondisi sebaran asap masih dapat berlangsung selama periode tersebut,” katanya.

Terkait kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi dampak paparan udara yang tercemar asap.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memperburuk kualitas udara di wilayah Sumbar.

Di sisi lain, Yudha menyebut karakteristik iklim di Sumbar masih menunjukkan adanya potensi hujan yang terus terjadi. Karena itu, masyarakat tetap diminta mewaspadai kondisi cuaca hujan maupun angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis.

Dalam upaya mitigasi dan penanggulangan, BMKG juga melakukan modifikasi cuaca. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat terjadinya hujan di sekitar sumber-sumber titik panas.

“Untuk mitigasi dan penanggulangan, BMKG juga melakukan modifikasi cuaca untuk mempercepat hujan terjadi di sumber-sumber titik panas,” katanya. (fix)

Baca Juga

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi
Sejumlah Daerah Berlakukan PJJ, Gubernur Sebut SMA Tetap Tatap Muka
Gubernur Sumbar Mahyeldi
Asap Karhutla, Gubernur Surati Kabupaten/Kota Terkait Sekolah Jarak Jauh
Siswa SMA 10 Padang tampak masih berada di lingkungan sekolah pada Rabu (16/9/2026). Foto: Sayudi/Langgam
Kota Padang Kembali PJJ, Siswa SMA Masih Masuk Sekolah Akibat Telat Dapat Info
Pemko Padang Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla
Pemko Padang Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla
Sekolah Tatap Muka, Disdik Berlakukan Sejumlah Aturan Antisipasi Dampak Asap Karhutla
Sekolah Tatap Muka, Disdik Berlakukan Sejumlah Aturan Antisipasi Dampak Asap Karhutla
PJJ Berakhir, Disdik Kota Padang Putuskan Sekolah Tatap Muka
PJJ Berakhir, Disdik Kota Padang Putuskan Sekolah Tatap Muka