BMKG Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir dan Longsor di Sumbar

Tingginya intensitas hujan mengakibatkan banjir bandang di Jorong III Rambah, Nagari Lansek Kodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman,

Ilustrasi Banjir. (Foto: Hans/pixabay.com)

Langgam.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga akan potensi banjir dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). Kondisi ini perlu diwaspadai seiring potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG Minangkabau Jeni Adrian mengatakan, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memiliki volume air cukup signifikan. Sehingga dapat meningkatkan risiko bencana, apabila terjadi di wilayah dengan kondisi tertentu.

“Ketika curah hujan yang tinggi ini mengguyur wilayah-wilayah dengan topografi lereng perbukitan yang curam,” ujarnya, Rabu (13/8/2026).

Jeni menilai konidisi ini dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memicu terjadinya longsor. Risiko banjir juga meningkat ketika hujan deras mengguyur kawasan sekitar bantaran sungai.

“Hal itu tentu meningkatkan risiko kejenuhan tanah yang memicu longsor serta luapan air yang menyebabkan banjir,” katanya.

Sementara itu, BMKG juga menerbitkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah Sumbar pada Kamis (13/8/2026). Kabupaten Agam masuk kategori siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Sedangkan, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kepulauan Mentawai. Kondisi serupa berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman dan sekitarnya.

Potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut pada Jumat (14/8/2026). Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Pasaman dan Lima Puluh Kota.

Jeni menyebut masyarakat perlu memberikan perhatian lebih terhadap kawasan tertentu. Terutama permukiman dan jalur transportasi yang berada di sepanjang lereng perbukitan serta tebing curam.

“Wilayah yang perlu mendapatkan perhatian ekstra adalah kawasan pemukiman maupun jalur lintasan transportasi yang berada di sepanjang lereng perbukitan dan tebing curam,” ujarnya.(WAN)

Baca Juga

Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)
Hari Ketiga, Korban Terseret Arus Galodo di Pasaman Masih Dicari
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
BMKG prediksi sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan
Hujan Mengintai Hampir Seluruh Sumbar Hari Ini, Sejumlah Daerah Berpotensi Petir
Sidang Gugatan Bencana Ekologis Sumbar Ungkap Mitigasi Pemerintah Minim 
Sidang Gugatan Bencana Ekologis Sumbar Ungkap Mitigasi Pemerintah Minim 
Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel 
Sumbar Diselimuti Asap, BMKG Sebut Berasal dari Jambi dan Sumsel