Menjajaki Transisi Energi Swadaya Warga di Kaki Bukit Barisan

PLMTH di Jorong Muaro Busuak, Kabupaten Solok, Sumbar sebagai sumber energi listrik swadaya warga

PLMTH di Jorong Muaro Busuak, Kabupaten Solok, Sumbar sebagai sumber energi listrik swadaya warga

“Kondisi sekarang bak penampungan airnya sudah mulai retak dan bendungan hancur akibat dampak banjir kemarin. Pemerintah Kabupaten Solok sudah turun ke lapangan,” kata Wali Nagari Koto Hilalang, Yuli Hendra.

Yuli Hendra mengakui muncul pro kontra di tengah masyarakat terkait rencana PLN masuk ke Jorong Muaro Busuak. Murahnya biaya iuran PLTMH menjadi alasan utama bagi masyarakat enggan beralih sepenuhnya ke layanan PLN.

“Sebagian masyarakat menerima tawaran PLN tersebut, tapi sebagian lagi masih bertahan karena biaya PLTMH ini sangat murah dan terjangkau oleh mereka. Dengan tarif listrik PLN sekarang, keberadaan PLTMH masih sangat diinginkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Emi warga Jorong Muaro Busuak mengaku masih ingin bertahan menggunakan PLTMH. Tapi disisi lain, ia dihantui kekhawatiran akan umur mesin PLTMH apa bisa tetap bertahan. “Kami tidak pernah tahu kapan mesinnya akan hancur atau rusak total di kemudian hari,” kata perempuan 60 tahun ini.

Warga lainnya, Azmi warga Jorong Muaro Busuak mengaku ingin beralih ke listrik PLN, lantaran listrik PLTMH kini tak lagi sanggup mengejar kebutuhan listrik di  rumahnya.

“Pemakaian kami sangat terbatas, arusnya sering tidak stabil, dan itu taruhannya barang elektronik, banyak yang rusak karena tegangan yang naik turun,” ungkap ibu dari 3 anak itu.

Menurut Wali Nagari Koto Hilalang Yuli Hendra memilih PLTMH bukan sekadar ingin mempertahankan mesin penghasil listrik yang memanfaatkan arus Sungai Batang Kaciak di nagarinya.

“PLTMH di Jorong Muaro Busuak adalah bukti keberhasilan pemberdayaan masyarakat sejak program PNPM Mandiri tahun 2009 silam,” kata Yuli Hendra.

Upaya merawat pembangkit listrik mandiri  milik jorong itu menurutnya  juga punya kendala pada biaya perawatan dan harga suku cadang yang mahal.

“Kami memohon bantuan kepada pemerintah atau pihak terkait untuk membantu kami merawat PLTMH ini, selain itu kami ingin sumber daya, keahlian, dan kearifan lokal yang ada di masyarakat ini tetap terjaga,” katanya.

Wali Nagari berharap ada sinergi yang membuat keberlangsungan energi listrik bersih dari PLTMH di Muaro Busuak tetap terjamin. Ia mendambakan dukungan tenaga dan biaya agar aset swadaya ini tidak mati begitu saja.

“Harapan kami masyarakat tetap memberdayakan dan memelihara PLTMH ini sehingga dapat selalu kita gunakan secara berkelanjutan,” ujarnya. (fx)

*Liputan ini didukung oleh program Fellowship Transisi Energi Bersih AJI Padang dan Purpose

Halaman:

Baca Juga

Maestro Tari Ery Mefri Wafat
Maestro Tari Ery Mefri Wafat
Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat
Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat
Ekskavator Terlepas dari Trailer di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Sempat Padat
Ekskavator Terlepas dari Trailer di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Sempat Padat
BPS mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 284.076 hektare (Ha). Angka ini mengalami penurunan sebesar 11.203 hektare atau 3,79
Luas Panen Padi Turun, Produksi Beras Sumbar 2025 Capai 800.613 Ton
Profil Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Mantan Ketua DPW Nasdem Sumbar yang Berlabuh di PSI
Profil Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Mantan Ketua DPW Nasdem Sumbar yang Berlabuh di PSI
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9
Mobil Box Berisikan 7 Orang Jatuh ke Jurang di Flyover Kelok 9