Tangis Abdul Gani Penyintas Galodo Pecah saat Bertemu Prabowo

Warga Silareh Aia Timur Abdul Gani tak kuasa melepas tangisnya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto

Warga Silareh Aia Timur Abdul Gani tak kuasa melepas tangisnya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto

LANGGAM.ID– Warga Silareh Aia Timur Abdul Gani tak kuasa melepas tangisnya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto yang mengunjungi posko pengungsian. Ia salah satu warga terdampak bencana banjir bandang atau galodo. Rumahnya lenyap disapu banjir dan istrinya juga hilang akibat bencana tersebut.

Prabowo tampak menyalami Abdul Gani saat mendatangi kerumunan warga. Tak lama berselang Abdul Gani mengucurkan air mata. Prabowo kemudian menepuk pundak Abdul Gani beberapa kali serta mengusap kepala penjual es krim keliling itu. 

Abdul Gani sempat viral di sosial media. Ia kerap membawa selembar foto istrinya Marsoni yang hilang saat galodo. Foto itu ia bawa dari posko ke posko untuk mencari keberadaan Marsoni.

“Saya sudah ikhlas apakah istri saya ditemukan tidak selamat, yang penting saya ingin dia bisa ditemukan,” ujar Abdul Gani saat bercerita kepada Langgam.id beberapa waktu lalu.

Selain Abdul Gani, Presiden Prabowo menghampiri para pengungsi lainnya. Mulai dari ibu-ibu sampai anak-anak yang tinggal di posko darurat SDN 05 Kayu Pasak Silareh Aia.

Kunjungan ini merupakan kali kedua Prabowo melihat perkembangan penanggulangan banjir di Sumbar. Ia sudah mendarat di Padang pada Selasa kemarin. Sebelumnya, Prabowo juga telah mengunjungi Padang Pariaman pada Senin, 1 Desember 2025.

“Kami terus bekerja keras untuk mempercepat perbaikan yang terdampak bencana. Sekarang kita juga sudah mulai membantun hunian sementara. Ini akan selesai dalam satu bulan,” katanya. (fx)

Baca Juga

Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam enam bulan pascabencana galodo.
Potret Nagari Salareh Aia Setelah Enam Bulan Dilanda Galodo
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu