Langgam.id – Total harta kekayaan Komjen Pol Gatot Tri Suryanta mengalami kenaikan dalam satu tahun terakhir, sejak menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Barat (Sumbar).
Diketahui, Gatot menjabat Kapolda Sumbar sejak 1 Januari 2025 setelah serah terima jabatan dengan Irjen Suharyono ketika itu. Rotasi jabatan itu setelah surat telegram keluar tertanggal 29 Desember 2024.
Berdasarkan perbandingan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Gatot bertambah hampir Rp1,5 miliar selama setahun terakhir.
Baca juga: Total Kekayaan Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumbar yang Naik Pangkat Jenderal Bintang 3
Dalam LHKPN periodik tahun pelaporan 2024 yang disampaikan pada 27 Maret 2025, Gatot melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp12.190.374.701. Sementara pada LHKPN periodik tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 31 Maret 2026, total kekayaannya meningkat menjadi Rp13.680.374.701.
Artinya, dalam kurun waktu satu tahun, harta kekayaan Gatot naik sekitar Rp1.490.000.000 atau hampir Rp1,5 miliar.
Kenaikan terbesar berasal dari nilai aset tanah dan bangunan. Pada laporan tahun 2024, total nilai properti yang dimiliki mencapai Rp9,99 miliar. Setahun kemudian nilainya meningkat menjadi Rp11,085 miliar, atau bertambah sekitar Rp1,095 miliar.
Meski jumlah aset properti tidak berubah, terjadi kenaikan nilai pada beberapa bidang tanah dan bangunan. Properti di Kota Yogyakarta meningkat dari Rp3 miliar menjadi Rp3,25 miliar. Sementara dua aset di Kota Tangerang Selatan masing-masing naik dari Rp4 miliar menjadi Rp4,25 miliar dan dari Rp2,54 miliar menjadi Rp3,1 miliar. Aset di Kota Medan tetap bernilai Rp485 juta.
Di sisi lain, nilai alat transportasi dan mesin justru mengalami penurunan. Pada laporan tahun 2024, tiga kendaraan yang dimiliki Gatot tercatat bernilai Rp1,365 miliar, sedangkan pada laporan 2025 turun menjadi Rp700 juta, atau berkurang sekitar Rp665 juta.
Penurunan tersebut sejalan dengan penyusutan nilai kendaraan yang terdiri dari Mitsubishi Pajero Dakar tahun 2021, Toyota Camry 2.5 V A/T tahun 2020, dan Mazda CX-3 tahun 2024.
Harta bergerak lainnya juga meningkat dari Rp500 juta menjadi Rp560 juta. Sementara kas dan setara kas mengalami lonjakan signifikan, dari Rp1.491.412.631 pada 2024 menjadi Rp2.340.412.631 pada 2025, atau bertambah sekitar Rp849 juta.
Di sisi kewajiban, utang Gatot justru mengalami penurunan. Pada LHKPN 2024, utangnya tercatat sebesar Rp1.156.037.930, sedangkan pada laporan 2025 turun menjadi Rp1.005.037.930, atau berkurang sekitar Rp151 juta.
Dengan kenaikan nilai aset, bertambahnya kas, serta berkurangnya nilai utang, total harta bersih Gatot Tri Suryanta tercatat meningkat menjadi Rp13,68 miliar, naik hampir Rp1,5 miliar dibandingkan laporan tahun sebelumnya. (WAN)





