Polres Tanah Datar Ungkap Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil: Pelaku 4 Napi, Ngaku Pejabat Polri

Langgam.id – Polres Tanah Datar mengungkap penipuan jual beli mobil yang dikendalikan empat orang narapidana dari Lapas Surabaya dengan modus mengaku sebagai pejabat Polri. Para pelaku berinisial Y, S, R dan I. 

Sebelumnya, laporan kasus penipuan jual beli mobil ini cukup banyak diterima Polres Tanah Datar dalam delapan bulan ini. Ada lima korban dengan kerugian mencapai Rp1 miliar.  

Kasus ini akhirnya berhasil terungkap setelah anggota Polres Tanah Datar curiga saat dihubungi nomor telepon tidak dikenal. 

Si penelepon mengaku sebagai pejabat Polri sedang berada di kejaksaan lalu ingin menjualkan mobilnya kepada seorang pengusaha. 

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Surya Wahyudi mengatakan, para pekaku melakukan skenario dengan rapi dan berbagi peran. Mulai dari sebagai pejabat Polri hingga bendahara kejaksaan. 

“Karena curiga mengarah ke penipuan, pelaku meminta transfer uang ke pihak kejaksaan untuk pembayaran sisa pajak kendaraan. Kami langsung follow up kasus ini,” ujar Surya saat dihubungi langgam.id, Minggu (8/3/2026). 

Surya menyebutkan, kepolisian mencoba mengikuti permainan narapidana ini melakukan penipuan dengan mengirimkan sejumlah uang. Dengan harapan, agar dapat berkomunikasi terus sehingga bisa melacak pelaku.  

Karena menurutnya dari semua ketergarangan korban yang melapor, nomor pelaku selalu tidak aktif lagi setelah uang yang diminta sudah dinyatakan cukup.  

“Kami ikuti permainan penipuan pelaku ini. Kami dalam konteks melakukan pelacakan. Selanjutnya pelaku kirim nomor rekening berbeda-berbeda,” jelasnya.  

Dengan alat pelacakan yang dimiliki, polisi akhir berhasil mendapatkan posisi pelaku. Awalnya keberadaan nomor telepon ada di Medan. 

“Ternyata nomor telepon dibeli pelaku di Medan, pelaku hanya menerima OTP untuk WhatsApp. Sehingga awalnya kami mendeteksi pelaku di Medan, tapi ternyata mereka berada di dalam Lapas Surabaya,” ungkapnya. 

Beli Rekening Online 

Surya merambahkan, para pelaku selalu mengirim nomor rekening berbeda. Dari pengakuan pelaku, nomor rekening didapat setelah dibeli di marketplace seharga Rp500 ribu.  

“Mereka memiliki rekening berbeda-berbeda. Ketika uang masuk dari korban, langsung dioper ke rekening lain sebagai penampungan,” kata Surya.  

Ia mengungkapkan, saat ini kepolisian sedang berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan pengembangan sindikat penimpuan ini.  

“Dari pengakuan pelaku, dalam waktu bersamaan melakukan sekian penipuan dalam satu rangkaian. Korban banyak beda-beda lokasi, tidak hanya Sumbar, ucapnya.

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Memburuk, Kota Padang Kembali Terapkan PJJ
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan