Pasien Covid-19 Sumbar Bertambah 263, Meninggal 5 Orang

Positif Covid Sumbar Hari Ini, Update Corona, Covid-19 Hari Ini Pesisir, , padang panjang covid-19, zonasi sumbar, zona merah

Ilustrasi - update kabar covid-19. (Gambar: thedarknut/pixabay.com)

Langgam.id – Kasus positif covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) masih mengalami penambahan dari hari ke hari. Penambahan kasus positif juga diiringi dengan kasus meninggal.

“Total sampai hari ini telah 37.845 orang warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 263 orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Rabu (5/5/2021).

Dia menyebut, jumlah pasien meninggal bertambah sebanyak lima orang. Total pasien meninggal di Sumbar kini menjadi 824 orang.

“Meninggal dunia sebanyak lima orang, dengan rincian Kota Payakumbuh satu orang, Kota Bukittinggi satu orang, Kabupaten Pesisir Selatan satu orang, Kabupaten Tanah Datar satu orang,” ujar Jasman.

Hingga kini, kata Jasman, jumlah pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit mencapai 449 orang (19,37%) dan menjalani isolasi mandiri 1.806 orang (77,91%).

“Sembuh bertambah 228 orang, sehingga total sembuh 34.703 orang,” ungkapnya. (*/ABW)

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda