Lansia Nyaris Hanyut, Pemda Siapkan Jembatan Darurat di Nagari Anduriang

Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)

Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyiapkan jembatan darurat Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam yang rusak akibat banjir November lalu. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara membenarkan video viral warga Nagari Anduriang saat menyeberangi sungai menggunakan rakit. Bahkan seorang lansia nyaris hanyut terbawa arus saat menyeberang.

“Meski berbahaya, sarana darurat ini tetap digunakan karena dinilai lebih efisien dibandingkan jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama,” katanya kepada Langgam.id, Selasa (5/5/2026)

Ia mengatakan, dalam sehari ada seribuan sepeda motor menyeberang menggunakan rakit tersebut. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama ketika debit air sungai meningkat secara tiba-tiba.

Rakit penyeberangan tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga mampu membawa sepeda motor serta akses untuk distribusi kebutuhan pokok.

Situasi semakin memprihatinkan setelah insiden yang melibatkan seorang warga lanjut usia berusia 70 tahun yang dilaporkan hanyut saat mencoba menyeberang dengan bantuan tali. 

“Korban diduga tidak mampu bertahan akibat kondisi fisik yang lemah. Beruntung, warga sekitar segera memberikan pertolongan sehingga korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, Hendra menambahkan, pemerintah telah menurunkan satu unit eskavator dan dua alat berat lainnya untuk mempercepat pembangunan jembatan sementara. 

Jembatan darurat ini direncanakan dibangun menggunakan batang pohon kelapa dengan skema swakelola dengan masyarakat.

“Sekitar 60 batang pohon kelapa dibutuhkan untuk pembangunan tersebut. Pemerintah daerah akan membeli bahan yang disediakan masyarakat, dan jika belum mencukupi, akan didatangkan dari daerah lain” tuturnya.

Jembatan darurat yang tengah dibangun nantinya hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan becak, sementara kendaraan roda empat masih belum memungkinkan untuk melintas. 

“Pembangunan jembatan permanen masih menunggu dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” katanya. (FIX)

Baca Juga

Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Empat Kali Dilanda Banjir, Warga Lapau Munggu Desak Pemda Keruk Sungai yang Kian Dangkal
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Saluran PDAM Putus Akibat Banjir, Penyintas Bencana di Tapan Pesisir Selatan Butuh Air Bersih