Hari Ketiga, Korban Terseret Arus Galodo di Pasaman Masih Dicari

Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)

Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)

Langgam.id- Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Armianto, warga Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, yang hilang setelah terseret arus sungai, Minggu (20/9/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Mardianto mengatakan, pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari.

Petugas dibagi menjadi tiga regu untuk memperluas pencarian. Regu pertama menyusuri tepian kiri dan kanan sungai.

“Regu kedua dari tim rescue melakukan pencarian di air. Kemudian regu udara membantu pencarian menggunakan drone termal,” kata Mardianto, Minggu (20/9/2026).

Ia mengatakan, sebelumnya petugas juga telah menyisir aliran sungai sepanjang sekitar dua kilometer.

“Sampai hari ini korban masih belum ditemukan. Tim gabungan masih beruoaya menemukan korban dengan menyisir aliran sungai dan kawasan sekitar sana,” katanya.

Kemudian, Mardianto mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, Armianto terseret arus saat hendak pulang ke rumah dari ladang.

Saat itu, korban pulang dengan berjalan kaki dan harus melewati Sungai Aek Koronok di Kampung Parit.

“Ketika korban melewati Sungai Aek Koronok Kampung Parit itu, korban terseret arus sungai yang semakin membesar,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan peristiwa itu kepada petugas. Tim gabungan selanjutnya melakukan pencarian terhadap korban.

Mardianto mengatakan, istri dan anak korban masih berada di rumah. Keluarga korban juga telah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Anak dan istrinya masih ada di rumah, dan mereka sekarang sudah diberikan bantuan,” katanya.

Sebelumnya, Mardianto, mengatakan satu rumah di Kampung Parit mengalami kerusakan berat dan tidak dapat ditempati lagi. Sementara itu, Jembatan Simpang Tonang mengalami kerusakan ringan.

“17 unit rumah terdampak banjir, 7 unit rumah di Kampung Parit dan 10 unit rumah di Tolang Dadok,” katanya.

Dampak banjir juga meluas ke lahan pertanian warga. Di Kampung Parit, sekitar 5 hektare sawah dengan usia tanam baru dua minggu tertimbun material banjir berupa pasir, batu dan kayu berukuran besar.

Material tersebut membuat lahan sawah warga tidak dapat ditanami. Tanaman jagung juga terdampak, dengan sekitar 10 pancang jagung berusia dua bulan tertimbun material banjir.

Tak hanya sawah dan tanaman jagung, banjir juga menerjang kolam ikan milik warga. Sebanyak 12 kolam terdampak, terdiri dari 10 kolam di Kampung Parit, satu kolam di Jembatan Pasar Simpang Tonang dan satu kolam di Tolang Dolok. Seluruh ikan dari 12 kolam tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

Banjir juga menyebabkan akses air bersih warga Kampung Parit terputus. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Pasaman, hulu sumber air bersih mengalami kerusakan berat dan bendungan runtuh akibat banjir. (HER)

Tag:

Baca Juga

Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
Sidang Gugatan Bencana Ekologis Sumbar Ungkap Mitigasi Pemerintah Minim 
Sidang Gugatan Bencana Ekologis Sumbar Ungkap Mitigasi Pemerintah Minim 
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir