Langgam.id – Sejumlah warga di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang masih memilih bertahan di rumah kerabat setelah banjir menggenangi kawasan tersebut pada awal Agustus 2026.
Salah satunya Marni, warga yang rumahnya berada di bantaran sungai. Hingga kini, ia belum berani kembali menempati rumahnya karena masih dihantui kekhawatiran banjir kembali terjadi saat hujan deras.
Saat ditemui Langgam.id, Marni mengatakan rumahnya sempat terendam banjir pada awal Agustus lalu. Air bahkan masuk ke dalam rumah dan menggenangi sawah yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
“Saat banjir waktu itu, air sudah masuk ke rumah. Saya kemudian menyelamatkan diri ke rumah saudara yang tidak jauh dari sini ke bagian belakang,” ujar Marni, Kamis (20/8/2026).
Sejak kejadian tersebut, Marni memilih tinggal sementara di rumah saudaranya. Menurutnya, berada di tempat yang lebih jauh dari sungai membuat dirinya merasa lebih aman, terutama ketika hujan turun.
“Sekarang kalau hujan turun, saya masih was-was. Karena rumah sangat dekat dengan sungai. Jadi untuk sementara saya tinggal di rumah saudara dan lebih merasa aman,” katanya.
Kekhawatiran Marni kembali muncul setelah hujan mengguyur kawasan Lapau Munggu dalam dua hari lalu terakhir hingga malam. Marni mengatakan kondisi aliran sungai kini membuat dirinya semakin cemas.
Ia menyebut air sungai lebih cepat berubah keruh dan volumenya meningkat ketika hujan turun. Kondisi tersebut, menurutnya, berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Sekarang kalau hujan turun, air langsung keruh dan cepat membesar. Dulu tidak seperti ini,” tuturnya.
Marni berharap proses penanganan pascabanjir, termasuk penggalian sungai dan pembangunan tanggul di kawasan sungai dapat segera diselesaikan.
“Saya masih menunggu penggalian sungai dan pembangunan tanggul selesai. Kalau sudah selesai, mudah-mudahan saya bisa memastikan untuk kembali pulang,” ujarnya.
Ia berharap penanganan kawasan terdampak banjir dapat dilakukan lebih cepat sehingga warga tidak lagi dihantui rasa takut setiap kali hujan turun.
“Harapannya penanganan bencana ini bisa lebih cepat, supaya kami dan masyarakat di sini tidak terus merasa khawatir kalau hujan turun,” katanya. (FIX)






