Sedapnya Rendang Pak Gole, Setia Menjaga Rasa Sejak 1950 hingga Digemari Pelanggan Mancanegara

Langgam.id – Mendung menyelimuti Kota Padang ketika perjalanan memburu makan siang berhenti di kawasan Pasa Mudik, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Namanya Rumah Rumah Makan Pak Gole. Letaknya persis di tepi jalan, di samping perlintasan kereta api. Siang itu, kedai nasinya ramai disesaki pelanggan.

Perjalanan dari pusat Kota Padang ke Rumah Makan Pak Gole menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Mencari lokasi cukup mudah karena berada di pinggir jalan Pasa Mudik.

Beragam aroma masakan beradu di pintu masuk Rumah Makan Pak Gole. Dari berbagai menu yang tersaji, rendang paling menggoda. Rupanya tak berbeda dengan rendang kebanyakan di Ranah Minang.

Potongan daging rendangnya berukuran cukup besar. Teksturnya terasa ketika sudah disantap. Dagingnya empuk dan mudah disobek. Aroma bumbunya kental dan nyaman di hidung.

Di balik sajian seporsi rendang itu tersimpan resep yang telah melewati perjalanan panjang. Rumah Makan Pak Gole sendiri telah berdiri sejak 1950. Turun temurun resepnya diwariskan dan bertahan sampai generasi hari ini.

Andri, generasi ketiga penerus Rumah Makan Pak Gole, mengatakan menjaga resep menjadi bagian penting untuk mempertahankan rasa yang telah dikenal pelanggan selama 70 tahun lebih.

“Asli dari rendang Pariaman. Alhamdulillah sampai sekarang rasa dan bumbu kami pertahankan. Ada resep rahasia keluarga kami yang membuat rendang kami masih dicari orang,” katanya.

Pelanggan yang datangtidak hanya berasal dari sekitar Kota Padang. Wisatawan dari sejumlah negara juga kerap mampir ke Rumah Makan Pak Gole, termasuk mereka yang datang ke Sumbar untuk berselancar.

“Ada yang dari Australia, Malaysia dan juga dari Amerika, terlebih bule-bule yang sering pergi surfing ke Sumbar mereka selalu menyempatkan diri untuk singgah di rumah makan kami. Rendang Pak Gole ini juga cocok dengan lidah mereka,” ceritanya.

Untuk satu porsi rendang lengkap dengan nasi dan berbagai kondimen, mulai dari sayur hingga petai rebus khas rumah makan tersebut, pelanggan cukup membayar Rp 27 ribu. Pembayaran tersedia secara tunai maupun non-tunai.

Di tengah upaya Kota Padang mengembangkan diri sebagai salah satu kota gastronomi di Indonesia, Rendang Pak Gole tetap menjalani jalurnya sendiri. Mereka mempertahankan resep keluarga dan menyajikannya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sejak 1950, rasa itu terus dijaga. Dan hingga kini, rendang tersebut masih menjadi salah satu menu yang dicari ketika pelanggan singgah di Pasa Mudik. (ICA)

Baca Juga

Kawasan Padang Teater Pasar Raya, Rabu (16/9/2026)/ Foto: Langgam/Fajar
Pemko Alokasikan Rp450 Juta untuk Penataan Padang Teater Jadi Pusat Kuliner
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Pemko Padang Tetapkan PJJ Sampai Jumat Imbas Udara Memburuk
Kawasan Padang Teater Pasar Raya, Rabu (16/9/2026)/ Foto: Langgam/Fajar
Revitalisasi Pasar Raya, Pemko Bakal Ubah Padang Teater Jadi Pusat Kuliner
PJJ Berakhir, Disdik Kota Padang Putuskan Sekolah Tatap Muka
PJJ Berakhir, Disdik Kota Padang Putuskan Sekolah Tatap Muka
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Roti Bakar Royal Krezz
Dari Booth Pinggiran Kompleks hingga Keliling Padang, Roti Bakar Royal Krezz Tumbuh bersama ShopeeFood