Langgam.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur Kota Padang dalam dua hari terakhir membuat debit Sungai di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji kembali meningkat.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai kembali diliputi kekhawatiran. Mereka cemas peningkatan debit air kembali menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman seperti yang terjadi pada awal Agustus 2026.
Pantauan Langgam.id di kawasan Lapau Munggu masih terdapat warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat. Di sisi lain, proses pembersihan material sisa banjir dan normalisasi sungai masih berlangsung menggunakan satu unit ekskavator berukuran besar.
Sejumlah material yang menumpuk di sekitar aliran sungai juga masih terlihat. Bahkan, terdapat beberapa titik longsoran di tepian sungai setelah debit air kembali meningkat akibat hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan peningkatan debit sungai memang kembali terjadi seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau intensitas hujan tinggi, memang debit air sungai-sungai di Kota Padang mengalami peningkatan, termasuk yang ada di kawasan Lapaumunggu,” ujar Hendri.
Menurutnya, pemerintah saat ini masih mengupayakan normalisasi sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir berulang di kawasan tersebut.
Terkait adanya longsoran dan tumpukan material di tepian sungai, Hendri mengatakan pembersihan akan kembali dilakukan. Hal itu diperlukan agar aliran sungai tidak terhambat dan risiko air meluap ke pemukiman maupun lahan pertanian warga dapat diminimalisir.
“Materialnya akan kita bersihkan lagi agar masyarakat merasa aman dan air tidak meluap ke rumah penduduk maupun lahan pertanian,” katanya.
Hendri menyebut BPBD Kota Padang juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V terkait upaya normalisasi sungai di kawasan Lapau Munggu.
Ia mengatakan apabila terjadi kembali peningkatan debit air yang berpotensi membahayakan warga, masyarakat akan diarahkan untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.
Namun, untuk saat ini, sebagian warga yang terdampak banjir sebelumnya telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali untuk membersihkan sisa-sisa material banjir yang masih terdapat di sekitar rumah.
Sementara itu, terkait keberadaan tenda darurat yang didirikan BPBD Kota Padang di kawasan Lapau Munggu, Hendri mengatakan kondisi tenda pada siang hari cenderung sepi karena warga beraktivitas dan kembali ke rumah masing-masing.
“Kalau siang memang tenda sepi karena warga kembali ke rumah untuk membersihkan. Tapi kalau hujan dan proses pembersihan masih dilakukan, ada beberapa warga yang tetap tinggal di sekitar tenda darurat,” jelasnya.
Hendri menegaskan pihaknya masih memastikan proses normalisasi sungai berjalan dengan baik.
“Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kembali banjir yang sebelumnya telah berdampak terhadap pemukiman dan lahan pertanian warga,” ujarnya. (fix)






