Bijak Bermedia Sosial, Kunci Hindari Disinformasi

Media sosial telah menggeser cara manusia berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun hubungan. Tapi, di sisi lain media sosial membuka peluang komunikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, hal tersebut menjadi faktor penting dalam dinamika perceraian. Lalu bagaimana peran media sosial dalam tiga aspek kunci: komunikasi, kepercayaan, dan pengaruh sosial? Simak penjelasan berikut ini.

Pertama, media sosial mempengaruhi komunikasi antara pasangan. Meskipun menyediakan saluran komunikasi tambahan, terlalu sering kita melihat pasangan yang lebih memilih berinteraksi dengan perangkat mereka daripada berbicara satu sama lain. Komunikasi yang terbatas atau bahkan diabaikan dalam kehidupan nyata dapat meningkatkan ketegangan dan konflik di antara pasangan. Misalnya, disinformasi yang disalahartikan secara online dapat menciptakan kekacauan, meningkatkan kemungkinan pertengkaran dan akhirnya, perceraian.

Kedua, media sosial dapat merusak kepercayaan dalam hubungan. Dengan begitu banyaknya informasi pribadi yang diunggah dan dibagikan di platform media sosial, pasangan dapat merasa terganggu dan tidak aman. Pertanyaan tentang kesetiaan, kejujuran, dan integritas seringkali muncul ketika pasangan melihat aktivitas online satu sama lain.

Terakhir, ketika pasangan terpapar terus-menerus pada gambaran ideal kehidupan dan hubungan orang lain yang disajikan di platform media sosial, mereka mungkin merasa tidak puas dengan situasi mereka sendiri. Perasaan tidak puas ini dapat memicu keinginan untuk mengakhiri hubungan yang ada dan mencari yang lebih baik, terutama ketika pasangan merasa tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh norma-norma yang dipromosikan oleh media sosial.

Dalam menghadapi realitas perceraian di era media sosial, penting bagi pasangan untuk memahami peran media sosial dalam kehidupan mereka. Komunikasi terbuka mengenai batasan penggunaan media sosial, upaya bersama untuk memperkuat kepercayaan, menghormati privasi, dan saling menghormati merupakan langkah-langkah yang dapat membantu menjaga kualitas hubungan dan menghindari konsekuensi negatif dari interaksi online yang kurang bijak.

Dalam kesimpulannya, peran media sosial dalam dinamika perceraian sangat kompleks dan beragam. Meskipun menyediakan manfaat dalam hal konektivitas dan komunikasi, sosmed juga dapat menimbulkan tantangan yang signifikan bagi hubungan antar manusia. Penting bagi pasangan untuk menyadari potensi risiko ini dan berkomunikasi secara terbuka satu sama lain tentang batasan dan harapan mereka terkait penggunaan media sosial. Dengan komunikasi yang baik dan bijak bermedia sosial, pasangan dapat memperkuat hubungan dalam jangka panjang.

Penulis: Aulia Nafiisah merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas

Baca Juga

Demo Kantor Gubernur Sumbar, Mahasiswa Kecewa Mahyeldi Kunker ke Jepang
Demo Kantor Gubernur Sumbar, Mahasiswa Kecewa Mahyeldi Kunker ke Jepang
Organisasi mahasiswa cipayung plus membakar ban saat  aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat, Senin (15/6/2026).
Gagal Terobos Kantor Gubernur Sumbar, Mahasiswa Mulai Bakar Ban 
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat menggelar demo di halaman Gedung DPRD Sumatra Barat, Senin (15/6/2026).
Demo DPRD Sumbar, Mahasiswa Bawa Keranda Berisi Foto Prabowo
Elemen masyarakat dari mahasiswa, kelompok masyarakat sipil hingga pengemudi ojek online atau ojol akan demo DPRD Sumbar
Catat! Hari Ini Ada Tiga Titik Demo Mahasiswa di Kota Padang
KMM Jaya mendesak penghentian semua aktivitas tambang emas ilegal di Sumbar. (Dok. Istimewa)
KMM JAYA Desak Penutupan Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Surati Satgas PKH hingga Kapolri
Kasubag Umum Politeknik Negeri Padang (PNP), Fajri Arianto, memberikan keterangan kasus kematian seorang mahasiswa PNP. (Langgam.id/ Irwanda S)
Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!