Massa Demo Kejati Sumbar, Tuntut Kajati Dicopot

Massa berunjuk rasa di Kantor Kejati Sumbar, Rabu (22/7/2026) siang.

Massa berunjuk rasa di Kantor Kejati Sumbar, Rabu (22/7/2026) siang.

Langgam.id- Puluhan peserta aksi dari Gerakan Masyarakat Muda Sumatra Barat menggeruduk Kantor Kejati Sumbar, Rabu (22/7/2026) siang. Massa mendesak Kepala Kejati Sumbar Didie Tri Hariyadi dicopot terkait dugaan intimidasi saat jemput paksa mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang beberapa waktu lalu.

Pantauan Langgam.id di lapangan, di depan gerbang, puluhan personel kepolisian juga berjaga di lokasi. Massa tampak membentangkan spanduk bertuliskan Gerakan Masyarakat Muda dan membawa bendera Indonesia.

Di gerbang pintu masuk, beberapa poster tampak sudah dipasang. Poster tersebut menampilkan foto Kepala Kejati Sumbar, Didie Tri Hariyadi dengan tulisan “Kajati Terburuk Sepanjang Sejarah Sumbar”

Tak hanya itu, poster tersebut juga berbunyi: “Copot dan Tendang, Sumbar tidak butuh Kajati arogan, mengintimidasi dan penculik”.

Salah satu orator aksi, Rifadli meminta keluar dan menemui massa aksi. Menurut mereka pihak Kajati tidak bersikap arogan dan melakukan jemput paksa terhadap mahasiswa UIN Padang Fadil Ramadan.

Aksi sempat memanas saat terjadi perdebatan dengan para personel kepolisian. Massa sempat membakar ban di tengah jalan. Api langsung dipadamkan dengan cepat oleh pihak kepolisian. 

Sebelumnya, Kajati Sumbar medapat sorotan dari publik lantaran dugaan penjemputan paksa kepada salah seorang mahasiswa Fadil Ramadan. Penjemputan itu terjadi pada Minggu (12/7/2026) dua hari setelah Fadil ikut dalam aksi unjuk rasa yang digelar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) di depan Kantor Kejati Sumbar.

Selama di Kejati Sumbar, Fadil mengaku mendapatkan intimidasi dari Kajati Didie. Fadil bahkan dipaksa untuk membuat video klarifikasi bahwa aksi pada Jumat 10 Juli 2026 dibayar oleh pihak tertentu. Pada kesempatan itu Fadil juga diminta untuk melakukan tes urin.

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Memburuk, Kota Padang Kembali Terapkan PJJ
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan