Kalang Kabut Para Pedagang Menyelamatkan Nyawa dari Arus Galodo Solok

Langgam.id – Hujan sejak sore Senin (21/9/2026) masih belum reda saat langit Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat mulai gelap oleh malam.

Di sepanjang warga masih hilir mudik melintasi Jalan Padang-Solok, beberapa toko dan warung yang tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Di tengah suara hujan itu warga dikejutkan oleh suara dentuman dari arah perbukitan, hulu dari sungai Batang Baliang. Dentemuan demi dentuman silih berganti terdengar membuat warga mulai panik. Tak lama berselang, arus sungai Batang Baliang mulai naik hingga menutupi jalan lintas Padang-Solok.

Warga mulai menjauhi sungai dan mencari tempat yang aman. Salah satunya, Pipit Yuliana pemilik rumah makan yang berada di tepi sungai. Arus sungai mulai membawa kayu, batu dan lumpur perlahan merangsek berbagai bangunan, termasuk rumah makan milik Pipit. 

Pipit langsung membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun saat banjir mulai menghantam bagian belakang warung. Air bercampur kemudian masuk ke dalam bangunan bersama lumpur. Sejumlah perabot dalam rumah makan mulai terseret oleh air. 

“Saya langsung lari sambil menggendong anak. Meja dan kursi ikut tersapu air dan mengenai tubuh saya,” ujar Pipit saat ditemui di RSUD Arosuka.

Arus banjir yang semakin deras menyebabkan Pipit dan anaknya sempat terjebak dalam rumah makan itu. Dalam keadaan cemas itu, Pipit kemudian memecahkan kaca jendela yang ada di dekatnya sebagai jalan ke luar.

Mereka berdua berhasil menyelamatkan diri ke tempat lebih aman. Sementara barang-barang yang berada di dalam rumah makan tersebut sudah bergelimang oleh lumpur galodo. 

“Saya tidak tahu lagi barang-barang di dalam warung. Yang penting waktu itu saya dan anak selamat,” katanya.

Saat itu, beberapa bagian tubuh Pipit memar akibat terkena benturan saat menyelamatkan diri. Kini Pipit dan anaknya masih menjalani perawatan di rumah sakit. 

Sementara itu, di sebelah warung makan Pipit terdapat kedai gorengan milik Eka. Ia langsung berlari sekencang mungkin saat arus galodo naik dan menghampiri kedainya. 

Barang-barang yang berada di dalam kedai ditinggalkan begitu saja. Ia tidak sempat membawa peralatan dagang, barang berharga, maupun benda-benda lain yang sebenarnya masih ingin diselamatkan. 

“Saya waktu itu hanya fokus menyelamatkan diri. Tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujar Eka.

Eka bahkan tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi dengan kedainya ketika gelombang banjir menerjang. Ia baru melihat kerusakan tersebut setelah keadaan mulai memungkinkan untuk kembali ke lokasi.

“Saat itulah saya mendapati banyak barang telah rusak, sebagian lainnya hilang dan diduga hanyut terbawa material banjir,” ujarnya.

Lumpur memenuhi bagian dalam kedai. Peralatan yang selama ini digunakan untuk berjualan ikut terdampak. Barang-barang yang sebelumnya tertata kini berserakan, tertutup lumpur atau tidak lagi dapat digunakan.

Eka tidak mampu menahan tangis ketika melihat kondisi kedainya. “Banyak barang yang hancur dan terbawa. Saya juga tidak tahu bagaimana nanti memulai usaha lagi,” katanya. (fix)


Bagaimana Sungai Batahan Hancur Akibat Tambang Emas Ilegal
Siapa di Balik Tambang Emas Ilegal Pasaman Barat?
Bagaimana Jaringan Tambang Emas Ilegal Berkerja di Sumatra Barat?
Mengapa Razia Tambang Emas Ilegal Gagal Menangkap Pelaku?

Baca Juga

Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang di Kota Padang, DPRD Soroti Izin Bangunan di Sempadan Sungai
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus