Bentuk Posko dan Rumah Isolasi Mandiri, 7 Orang Dapat Penghargaan Kapolresta Padang

Bentuk Posko dan Rumah Isolasi Mandiri, 7 Orang Dapat Penghargaan Kapolresta Padang

Pemberian penghargaan oleh Kapolresta Padang. (Foto: Polresta Padang)

Langgam.id – Dinilai berprestasi karena dalam menekan lonjakan kasus Covid-19 di Sumatra Barat, tujuh orang mendapat penghargaan dari Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir.

Tujuh orang tersebut sejak dari camat, lurah, petugas Polri, hingga elemen masyarakat. Mereka dinilai berdedikasi dalam pembentukan Posko Satgas PPKM Mikro di Kelurahan Mata Air serta rumah isolasi mandiri Covid-19.

Kapolresta menyerahkan penghargaan di halaman Polresta Padang, pada Selasa (10/8/2021). Menurutnya, penghargaan tersebut untuk menghargao pengabdian, disiplin, loyalitas dan dedikasi yang tinggi pada negara, saat berjuang memerangi kasus Covid-19.

“Jadikanlah penghargaan yang diberikan kepada saudara, sebagai pemicu untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara, yang diberikan kewenangan oleh Undang-undang, bertugas sebagai pemelihara keamanan, penegakan hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” katanya, sebagaimana dirilis tribratanews di situs resmi Polri.

Kemudian, ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas pengabdiannya, dedikasi dan loyalitas yang diberikan, dengan bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah dalam penanganan kasus Covid-19 tersebut.

“Atas prestasi yang sudah sama-sama bapak dan ibu sekalian lakukan, dapat menginspirasi kita semua untuk terus berjuang, khususnya dalam mengatasi dan memerangi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini.

Tujuh nama yang mendapat penghargaan adalah:
1. Camat Padang Selatan, Teddy Antonius, S.STP., M.M.
2. Bhabinkamtibmas Kelurahan Mata Air Kecamatan Padang Selatan Aipda Nofri, S.H.
3. Lurah Mata Air, Betty Ernita, S.Sos.
4. Babinsa Kelurahan Mata Air Serma Asyad.
5. Ketua LPM Mata Air, Abdul Aziz, S.E.
6. Satgas COVID-19 Kelurahan Mata Air, Pendrison, S.T.
7. Satgas COVID-19 Kelurahan Mata Air, Kaswarni.(*/SS)

Baca Juga

Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan 
Pemberian nama merupakan salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh orang tua kepada buah hatinya yang baru lahir. Apalagi nama ini juga berkaitan dengan dokumen kependudukan.
Kasus Kekerasan Bayi 2 Tahun di Padang, Polisi Sebut Dipicu Faktor Ekonomi dan Alkohol
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung Selama 1 Bulan, dari Sundutan Rokok hingga Gigitan
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Tuntutan Massa Aksi Kasus Kematian Karim: Copot Kepala Satpol PP Padang, Polisi Usut Tuntas