RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 

RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 

RS Bhayangkara (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Langgam.id – Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengungkap kondisi tubuh bayi yang dianiaya ayah kandungnya sangat memprihatinkan. Bayi laki-laki malang itu kini masih mendapatkan perawatan intensif.  

Harry menyebutkan, korban mengalami infeksi yang cukup luas mulai di mulut, kelamin hingga mata. Korban juga kekurangan asupan gizi.  

“Tubuh anak ini penuh gigitan di punggung hingga perut. Kakinya juga alami luka bakar karena air panas. Kondisinya sangat kompleks,” katanya dihubungi Langgam.id, Minggu (17/5/2026) malam.  

“Kelamin dan matanya juga bengkak. Jadi sangat butuh penanganan serius untuk perbaikan  kondisi si bayi,” sambungnya.  

Harry mengatakan, korban tidak memiliki BPJS, karena keluarganya tidak mengurus dokumen pencatatan sipil. Namun, penanganan medis terhadap korban tetap dilakukan sebaik mungkin.  

“Memang tidak melampiran BPJS,  tapi kita raawat saja dulu. Ini demi rasa kemanusian. Kita tentu tidak tega, anak sekecil itu mendapatkan tindakan kekerasan,” ucapnya.  

Selama perawatan, kata Harry, tim medis terus melakukan perbaikan gizi terhadap korban mulai memberikan susu dan menjaga pola makannya.  

“Kami masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan medis terhadap tubuhnya. Sampai sekarang belum ada tindakan yang mengarah harus dilakukan operasi. Dokter-dokter terus melakukan pemeriksaan,” ujarnya. 

Sebelumnya, kasus kekerasan ini terungkap setelah tetangga mengambil paksa si bayi dari rumahnya Kelurahan Korong Gadang, Kacamatan Keranji, Kota Padang. Tetangga itu kemudian membawanya ke Polresta Padang untuk dilaporkan.  

Hal ini dibenarkan Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika. Kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polresta Padang, pelaku yakni ayah kandungnya berinisial RD (29) sudah ditangkap dan ditahan.  

“Bayi ini awalnya menangis terus di rumahnya. Tetangga yang curiga mendatangi, lalu membawa paksa bayi ini dan mengantarkanya ke Polresta Padang,” ujar Ghifari. (WAN) 

Baca Juga

Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Syarat Madrasah dan Pesantren Tatap Muka | 9 Ribu Siswa SMP di Pasaman Barat Mulai Sekolah
Sumbar Mulai Deteksi Trauma Kekerasan Anak Sejak Hari Pertama Sekolah
ilustrasi pelecehan seksual
Alasan Bungkamnya Anak Korban Kekerasan, Masyarakat Harus Peduli
Kekerasan Seksual dan Psikis Bayangi Anak-anak Sumbar, Dharmasraya hingga Padang Pariaman Tertinggi
Kekerasan Seksual dan Psikis Bayangi Anak-anak Sumbar, Dharmasraya hingga Padang Pariaman Tertinggi
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
KPAI Soroti Lonjakan Kekerasan Anak di Sumbar, Lingkungan Terdekat Jadi Ancaman
Darurat Kekerasan Anak di Sumbar, Kasus Terus Naik dalam 5 Tahun Terakhir
Darurat Kekerasan Anak di Sumbar, Kasus Terus Naik dalam 5 Tahun Terakhir