Alasan Bungkamnya Anak Korban Kekerasan, Masyarakat Harus Peduli

ilustrasi pelecehan seksual

Ilustrasi Pelecehan terhadap anak (pixabay.com)

Langgam.id – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menilai masih lemahnya sistem deteksi dini kasus kekerasan yang dialami oleh anak. Banyak kasus tidak terungkap karena korban memilih menutupi kondisi yang dialaminya, akibat rasa takut dan tekanan psikologis.

Ia menjelaskan, bahwa anak-anak korban kekerasan seringkali menunjukkan perubahan perilaku yang sebenarnya dapat dikenali sejak awal. Namun, keterbatasan sistem deteksi dini dan minimnya pelatihan bagi tenaga pendidik membuat tanda-tanda tersebut kerap luput dari perhatian.

“Perubahan perilaku seperti menjadi pendiam, mudah marah, menurunnya prestasi belajar, sering absen, hingga menarik diri dari lingkungan sosial seharusnya menjadi indikator awal yang diperhatikan oleh pihak sekolah dan lingkungan sekitar,” ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (19/5/2026)

Menurut Jasra, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi anak-anak.

Karena itu, KPAI mendorong langkah bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak melalui edukasi pola asuh positif, penguatan layanan konseling keluarga, peningkatan kapasitas guru dalam melakukan deteksi dini, serta penyediaan sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses oleh korban.

Selain itu, lanjut Jasra, keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Lingkungan sekitar diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan.

“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan,” kata dia. (WAN) 

Baca Juga

Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan
Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan
Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota
Prakiraan Cuaca Sumbar: Hujan Sedang-Le­bat Berpotensi di Solok Selatan dan Dharmasraya
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Langgam.id-Paskibraka
Polemik Seleksi Paskibraka 2026, DPRD Sumbar Tunggu Surat Pengaduan 
Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode
Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode