Darurat Kekerasan Anak di Sumbar, Kasus Terus Naik dalam 5 Tahun Terakhir

Langgam.id – Kasus kekerasan anak di Sumatera Barat (Sumbar) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam lima tahun terakhir, jumlah anak yang menjadi korban terus meningkat, memunculkan kekhawatiran serius terhadap keamanan serta perlindungan anak di Tanah Minang.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar mencatat, sepanjang 2025 terdapat 760 kasus kekerasan anak yang dilaporkan. Angka itu melonjak drastis dibandingkan 2020 yang berada di angka 426 kasus.

Sementara pada 2021 kembali naik ke angka 548 kasus. Lalu 2022, meningkat lagi jadi 567 kasus. Lonjakan paling tinggi terjadi pada 2023 dengan total 783 kasus. Setelah sempat turun menjadi 721 kasus pada 2024, jumlah kasus kembali naik pada tahun berikutnya.

Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPA) DP3AP2KB Sumbar, Desrina Elena mengungkapkan, tren kenaikan kasus terjadi hampir setiap tahun. Kondisi itu dinilai menjadi alarm serius bahwa anak-anak di Sumbar masih berada dalam situasi rentan terhadap kekerasan

“Kalau dilihat grafiknya memang naik terus. Tahun tertinggi itu 2023 dengan 783 kasus yang melapor,” kata Desrina kepada Langgam.id, Selasa (19/5/2026).

Ia mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak di Sumbar jumlahnya mencapai tiga kali lipat dibandingkan kasus kekerasan terhadap perempuan. Karena itu, penanganan terhadap kasus anak dinilai harus menjadi perhatian utama.

“Kasus anak ini jauh lebih tinggi dibanding perempuan. Karena itu penanganannya menjadi sangat penting,” ujarnya.

Desrina menjelaskan, data-data yang terungkap tersebut merupakan kasus yang masuk dan dilaporkan ke sistem. Namun, di balik data itu masih ada kemungkinan banyak korban lain yang memilih diam karena takut, tertekan, atau tidak memiliki tempat aman untuk mengadu.

Menurutnya, anak-anak korban kekerasan membutuhkan lingkungan yang aman serta dukungan keluarga agar berani berbicara dan melapor. Tanpa dukungan tersebut, banyak kasus dikhawatirkan tidak pernah terungkap ke publik.

“Anak-anak yang menjadi korban kekerasan membutuhkan lingkungan yang aman dan dukungan keluarga agar berani melapor. Tanpa dukungan tersebut, banyak kasus dikhawatirkan tidak pernah terungkap,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Layangkan Teguran untuk 12 Kabupaten/Kota, Susun Perkada Tanpa Fasilitasi Pemprov
Paduan Komposisi Skuad Semen Padang FC Musim Depan, Hasil Transfer 34 Pemain
Paduan Komposisi Skuad Semen Padang FC Musim Depan, Hasil Transfer 34 Pemain
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, saat berorasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatra Barat (Sumbar) di Padang, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Langgam.id/ Buliza Rahmat)
KDM Singgung Otonomi Daerah di Muswil KAHMI Sumbar: Jangan Divonis Gagal Gegara Segelintir Kasus Korupsi!
Lazar Zlicic Resmi Gabung Semen Padang FC: Mari Kita Berjuang Bersama
Lazar Zlicic Resmi Gabung Semen Padang FC: Mari Kita Berjuang Bersama
Warga Agam dan Tanjung Pinang Diduga Disekap di Myanmar: Tangan Diikat, Kaki Penuh Luka
Warga Agam dan Tanjung Pinang Diduga Disekap di Myanmar: Tangan Diikat, Kaki Penuh Luka
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Kesaksian Siswa: Detik-detik Sebelum Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang