Banjir Rendam Sekolah, SMPN 41 Padang Minta Pemko Bangunan Bronjong 

Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).

Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).

Langgam.id – SMP Negeri 41 Kota Padang meminta pemerintah kota membanguna bronjong sebagai salah upaya mitigasi banjir. Sekolah tersebut viral di sosial media lantaran genangan banjir merendam seluruh bangunan hingga ke dalam kelas.

Kepala Sekolah SMPN 41 Amridas berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembersihan pascabencana, tetapi juga diikuti dengan langkah-langkah mitigasi agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, kondisi sekolah saat ini menunjukkan perlunya penataan ulang bangunan secara menyeluruh. Ia menilai restrukturisasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak mengingat SMP Negeri 41 Kota Padang telah beberapa kali terdampak banjir.

“Melihat kondisi sekolah saat ini diperlukan restrukturisasi sekolah, di mana sekolah dibangun bertingkat untuk meminimalisir dampak banjir,” ujar Amridas, Rabu (5/8/2026).

Ia menuturkan pemerintah dapat merancang pembangunan sekolah dengan konsep yang lebih adaptif terhadap potensi bencana.

“Pembangunan gedung bertingkat akan menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi fasilitas pendidikan dan menjamin proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung ketika terjadi cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Selain penataan bangunan, Amridas juga menyebut pentingnya penguatan infrastruktur di sekitar lingkungan sekolah, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berada tidak jauh dari kawasan sekolah.

Ia menjelaskan pembangunan batu bronjong di sepanjang bantaran sungai sebagai upaya menahan abrasi dan menjaga aliran air tetap stabil saat curah hujan tinggi.

“Keberadaan bronjong akan membantu mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir menggenangi lingkungan sekolah,” jelasnya.

Amridas berharap hal tersebut dapat menjadi perhatian sehingga upaya penanganan tidak hanya bersifat reaktif setelah bencana terjadi.

“Tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi ratusan siswa SMP Negeri 41 Kota Padang,” katanya.

Dua hari pascabanjir pembersihan material lumpur di SMP Negeri 41 Padang terus dilakukan. Pantauan Langgam.id di lokasi, proses pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran ke ruang-ruang kelas yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga membersihkan endapan lumpur yang masih menutupi sejumlah titik di area sekolah.

Amridas mengatakan, aktivitas belajar mengajar diperkirakan baru dapat kembali dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026), apabila proses pembersihan berjalan sesuai rencana dan kondisi cuaca mendukung.

“Endapan lumpur di beberapa titik masih cukup tebal sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkannya,” ujar 

Tag:

Baca Juga

Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Empat Kali Dilanda Banjir, Warga Lapau Munggu Desak Pemda Keruk Sungai yang Kian Dangkal
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Saluran PDAM Putus Akibat Banjir, Penyintas Bencana di Tapan Pesisir Selatan Butuh Air Bersih