Antisipasi Galodo, Kelompok Siaga Bencana Susuri Aliran Sungai

 LANGGAM.ID- Kelompok siaga bencana Nagari Bukikbatabuah menyusuri aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi untuk memastikan tidak ada potensi air bah atau galodo pascahujan deras mengguyur lereng Marapi pada Jumat kemarin.

Sebelumnya debit air di sejumlah sungai yang berhulu ke Gunung Marapi meningkat pada Jumat malam, di antaranya aliran sungai di Nagari Bukik Batabuah dan Lasi Kecamatan Candung Agam. 

“Hari ini tim KSB dan relawan akan turun langsung menyusuri aliran sungai untuk memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat. Kita ingin memastikan keamanan bersama secara menyeluruh,” ujar Walinagari Bukik Batabuah Firdaus Sabtu (26/7/2025).

Ia menjelaskan tinggi permukaan air sungai kasiak di Simpang Bukik mulai meningkat menjelang pukul 20.00 WIB. Air tampak keruh dan mengalir dengan deras. 

Sungai tersebut menjadi salah satu arus air bah lahar dingin atau galodo pada Mei  tahun lalu. Pemerintah nagari juga telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menjauhi area tepi sungai.

Kelompok Siaga Bencana Nagari Bukik Batabuah, Edi Candra mengatakan debit air sungai terpantau masih meningkat hingga dini hari tadi.

“Dari pantauan dan laporan lapangan sementara, belum ditemukan dampak serius akibat meningkatnya debit air semalam,” ujar Edi.

Sementara itu, ia menambahkan cuaca pagi ini di Bukik Batabuah terpantau mendung dengan hujan ringan. Masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai diimbau agar tetap waspada dan tidak mendekat ke tepi sungai secara berlebihan. 

Di sisi lain, Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat aktivitas erupsi dalam beberapa minggu terakhir. Seperti pada Rabu (23/7/2025) kemarin letusan gunung menimbulkan dentuman yang cukup keras hingga dirasakan oleh masyarakat. Tinggi abu erupsi saat itu juga cukup tinggi mencapai 1.600 m di atas puncak atau ± 4.491 m di atas permukaan laut. (FQ)

Baca Juga

Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Tarik Ulur Pembongkaran Bangunan Lembah Anai, dari Maladministrasi hingga Putusan Sela 
Peserta antusias mengikuti seminar. (Foto: Istimewa)
HGI Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda