Usulkan Jadi PSN, Bupati Dharmasraya: Kawasan Industri Sawit Berpotensi Tarik Investasi Rp3,2 Triliun

Luas lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatra Barat (Sumbar) berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2022 mencapai 251.591,14 hektare (Ha).

Kebun kelapa sawit. [foto: canva.com]

Langgam.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyebut rencana pembangunan Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya berpotensi menarik investasi hingga Rp3,2 triliun.

Hal itu disampaikan Annisa saat melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengusulkan agar Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya masuk dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN).

Annisa menjelaskan, kawasan industri seluas 500 hektare yang direncanakan dibangun di Nagari Sungai Duo itu dirancang sebagai pusat hilirisasi crude palm oil (CPO), industri oleokimia, hingga industri pakan ternak.

Menurut dia, keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas sawit sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat bagian timur.

“Kawasan industri ini diproyeksikan dapat menarik investasi sekitar Rp3,2 triliun dan menyerap hingga 2.500 tenaga kerja,” ujar Annisa.

Ia mengatakan, Dharmasraya memiliki posisi strategis sebagai wilayah penghubung Sumatera Barat, Riau, dan Jambi sehingga dinilai potensial berkembang menjadi pusat industri dan logistik baru di Pulau Sumatera.

Selain mengusulkan PSN, Pemkab Dharmasraya juga mengajukan pembangunan feeder toll yang menghubungkan Dharmasraya dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera guna mendukung distribusi logistik kawasan industri.

Annisa menilai pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan investasi dan distribusi hasil industri sawit.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap pengembangan kawasan industri sawit terintegrasi tersebut.

Menurut Vasko, proyek itu akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat hilirisasi industri sawit di Sumatera Barat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Bupati Sijunjung Benny Dwifa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison. (HER)

Baca Juga

Diguyur Hujan, Pasar Murah Pemkab Dharmasraya di Koto Baru Tetap Dipadati Warga
Diguyur Hujan, Pasar Murah Pemkab Dharmasraya di Koto Baru Tetap Dipadati Warga
Tekan Stunting, Pemkab Dharmasraya Mulai Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil
Tekan Stunting, Pemkab Dharmasraya Mulai Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil
Apel Gabungan, Wabup Dharmasraya Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
Apel Gabungan, Wabup Dharmasraya Tekankan Disiplin dan Integritas ASN
Bupati Annisa Lantik Medison Jadi Sekda Definitif Dharmasraya
Bupati Annisa Lantik Medison Jadi Sekda Definitif Dharmasraya
Lewat Inovasi 'Learning by Fixing', Guru SMKN 1 Padang Laweh Dharmasraya Raih Penghargaan GTK Sumbar 2025
Lewat Inovasi ‘Learning by Fixing’, Guru SMKN 1 Padang Laweh Dharmasraya Raih Penghargaan GTK Sumbar 2025
Komit Dukung UMKM, Pengurus Dekranasda Dharmasraya Periode 2025-2030 Resmi Dilantik
Komit Dukung UMKM, Pengurus Dekranasda Dharmasraya Periode 2025-2030 Resmi Dilantik