Ucapan Puan Maharani Soal Sumbar dan Pancasila Bisa Rugikan Mulyadi-Ali Mukhni di Pilkada

Ucapan Puan Maharani Soal Sumbar dan Pancasila Bisa Rugikan Mulyadi-Ali Mukhni di Pilkada

Puan Maharani (Instagram)

Langgam.id- Pakar Komunikasi Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul menilai, pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani terkait Sumbar dan Pancasila, bakal merugikan pasangan calon yang diusungnya pada Pilgub Sumbar 2020.

“Kemungkinan berpengaruh terhadap paslon yang diusung PDIP di Sumbar,” ujarnya kepada langgam.id.

Baca juga: Mulyadi-Ali Mukhni Kantongi Dukungan PDIP di Pilgub Sumbar

PDIP berkoalisi dengan Demokrat dan PAN mendukung Mulyadi dan Ali Mukhni. Saat pengumuman pasangan calon tersebut, Puan menyelipkan harapan agar Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila.

Selain itu, ucapan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut warga Sumbar tidak menyukai PDIP, juga menuai kritikan dari sejumlah warga Sumbar.

Najmuddin menilai, ucapan 2 tokoh PDPI itu malah akan menjadi boomerang bagi partai berlambang banteng tersebut. Warga Sumbar akan semakin tidak suka dengan PDIP.

Baca juga: Megawati Heran Masyarakat di Sumbar Belum Suka PDIP

“Pesan yang mereka sampaikan mencerminkan mereka kurang paham perilaku politik orang Minang. Kemudian memperdalam ketidaksukaan warga minang terhadap PDIP,” ujarnya.

Harusnya, kata Najmuddin, tokoh politik menawarkan tujuan politik yang selaras dengan kepentingan warga Sumbar.

Baca juga: Penjelasan Ketua DPD PDIP Sumbar Soal Pernyataan Puan Maharani

Ia menilai, banyak narasi yang bisa dibuat PDPI untuk mendapatkan simpati masyarakat Sumbar. Misalnya, menarasikan masa lalu Soekarno bersama-sama dengan tokoh-tokoh Sumbar seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, M Yamin dan lainnya dalam memperjuangkan Indonesia.

“Bisa juga dengan narasi kedekatan Megawati yang memiliki kakek berdarah Minang,” ujarnya. (AE)

Baca Juga

Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Anggota KPID Sumbar Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Gubernur: Penjaga Etika Publik
Anggota KPID Sumbar Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Gubernur: Penjaga Etika Publik