Langgam.id – Kasus dugaan keracunan yang menimpa 25 orang anak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), masih terus diselidiki dinas kesehatan setempat. Sampel makanan yang disinyalir jadi penyebab telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel makanan bakso tusuk dan muntahan dari para korban yang diduga keracunan.
“Hasil pemeriksaan laboratorium keluar dua minggu lagi, kemungkinan pada 1 Mei 2026,” kata Gina kepada Langgam.id, Senin (20/4/2026).
Gina menyebutkan, pemeriksaan sampel ini untuk memastikan penyebab dugaan keracunan dan bakteri yang mengandung di makanan tersebut. Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan dan menduga.
“Kami tidak bisa menduga-duga, makanya kami menunggu hasil laboratorium untuk kepastiannya,” katanya.
Untuk keseluruhan korban, kata Gina, tidak ada lagi yang menjalani perawatan. Semua sudah pulang dan kondisi sudah membaik. Sebelumnya, para korban mengalami mual, muntah, pusing hingga diare.
Dugaan keracunan ini terjadi pada Rabu (15/4/2026). Lokasi persisnya berada di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.
Untuk mengantisipasi gejolak masyarakat, polisi telah mendatangi kediaman pedagang bakso tusuk keliling berinisial H (40) dan mengamankannya.
Kapolsek Sungai Beremas, AKP Elvis Susilo meminta masyarakat untuk tenang dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Saya sampaikan kepada masyarakat jangan sampai jadi fitnah. Polisi tidak bisa memastikan keracunan ini karena bakso tusuk. Kita tunggu hasil labor,” katanya. (ICA)






