Tak Lagi 10 Besar di Indonesia, Kasus Positif Corona di Sumbar Cenderung Turun

Corona di Sumbar turun

Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. (Grafis: covid19.go.id)

Langgam.id – Penambahan kasus positif Corona (Covid-19) di Sumatra Barat cenderung turun dalam sepekan terakhir. Hal ini membuat Sumbar tak masuk lagi 10 besar provinsi dengan kasus terbanyak di Indonesia.

Terakhir, penambahan kasus positif pada Jumat (5/6/2020), adalah 13 orang. Sehingga total kasus di Sumbar menjadi 607 orang. Ditarik 7 hari ke belakang, sejak 30 Mei 2020 hingga 5 Juni 2020, tambahan kasus positif di Sumbar “hanya” 66 kasus.

Jumlah ini turun dibanding 7 hari sebelumnya dari 23 Mei-29 Mei. Jumlah penambahan kasus positif dalam rentang itu adalah 103 kasus. Itu artinya 7 hari terakhir turun 35,9 persen dibanding sepekan sebelumnya.

Penambahan yang melambat ini, membuat Sumbar tak lagi 10 besar dengan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Kini, Sumbar ada di peringkat 11. Sebelumnya, beberapa pekan lalu, Sumbar sempat nomor 8 terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Nomor 8 di Indonesia, 408 Kasus Corona Sumbar Tersebar di 16 Kabupaten dan Kota

Berdasar data Gugus tugas nasional covid-19.go.id pada Sabtu (6/6/2020) pagi, DKI Jakarta masih terbanyak dengan total 7.690 kasus positif. Disusul Jawa Timur 5.408 kasus, Jawa Barat 2.354 kasus, Sulawesi Selatan 1.722 kasus dan Jawa Tengah 1.479 kasus. Kemudian, Kalimantan Selatan 1.142 kasus, Sumatra Selatan 1.056 kasus, Banten 965 kasus dan Nusa Tenggara Barat 705 kasus. Sumbar berada di nomor 11, di bawah NTB.

Namun, menurut Kepala Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand Padang Andani Eka Putra, keluar dari 10 besar terbanyak di Indonesia tidak terlalu penting.

“Masalah keluar dari 10 besar Sumbar di Indonesia tidak penting. Pola pasiennya berbeda. Pasien yang kita periksa OTG (orang tanpa gejala) semuanya. Sementara di pusat tidak seperti itu polanya, mereka itu banyak pasien yang dirawat terdapat positif,” katanya.

Andani mengatakan, banyaknya OTG yang ditemukan positif artinya sumber penularan dapat diketahui, ini menggambarkan penanganan cukup bagus. Meskipun hingga ribuan OTG positif didapatkan tidak akan jadi masalah.

Baca Juga: Kepala Labor Unand Sebut Sumbar Berhasil Putus Penularan Corona

Ia mengatakan, ratusan sampel spesimen covid-19 diperiksa setiap harinya. Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang menjadi laboratorium terbanyak dalam pemeriksaan sampel corona di Indonesia.

“Jadi, kalau kita memeriksa sampel banyak tidak masalah, itu menggambarkan upaya case spending bagus dan berhasil. Upaya penemuan kasus kita berhasil, pemutusan penularan kita berhasil,” kata Andani saat dihubungi langgam.id, Jumat (5/6/2020). (Irwanda/SS)

Baca Juga

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kot Safni-Ahlul Badrito Resha unggul hitung cepat. Paslon nomor urut tiga itu mengungguli bupati petahana Safaruddin.
Demo Kemendagri, Massa Desak Sanksi Bupati Limapuluh Kota Buntut Skandal VCS
Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Padang Tiba di Madinah
Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Padang Tiba di Madinah
Gandeng Ombudsman, Kemenhaj Sumbar Buka Layanan Pengaduan Jemaah Haji
Gandeng Ombudsman, Kemenhaj Sumbar Buka Layanan Pengaduan Jemaah Haji
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
RSUP M Djamil Padang
Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan