Langgam.id – R, siswa MAN 3 Padang yang terlibat ledakan bom rakitan di sekolah dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Meski belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan, pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah tentang dirinya mengalami bullying.
“Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully,” ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7/2026)
Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah. Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga orang tuanya sempat dipanggil.
“Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas,” katanya.
Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK). Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan ataupun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.
“Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.
“Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi,” tuturnya. (WAN)





