Sambut Kafilah MTQ, Panitia Siapkan Protokol Kesehatan Jalur Darat dan Udara

Bandara Minangkabau Tutup, aturan perjalan

Ilustrasi - Penumpang berjalan dari pesawat menuju terminal di BIM. (Foto: Hendra)

Langgam.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXVIII tahun 2020 akan dilaksanakan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) pada 2-14 November 2020. Pelaksanaan MTQ kali ini tentunya berbeda dari yang sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi covid-19.

Menanggapi kondisi sekarang ini, panitia pelaksana telah menyiapkan protokol kesehatan khusus menyambut kedatangan kafilah di Sumbar. Protokol kesehatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta MTQ dari semua daerah yang terdaftar.

“Bagi kafilah yang titik kedatangannya di bandara BIM, dikoordinir oleh LO masing-masing. Rombongan tentunya sudah harus dinyatakan negatif covid-19 dibuktikan sengan surat hasil swab, dan suhu normar hingga 37,5 °C,” demikian tertulis dalam buku panduan mtq 2020 seperti dilihat langgam.id, Kamis (5/11/2020).

Setibanya di Sumbar, kafilah akan diberi penyambutan oleh panitia. Rombongan kafilah itu juga diwajibkan memastikan kondisi sebelum sampai di penginapan.

“Kafilah menuju bus dengan menggunakan masker dan juga akan mengisi kusioner ketika sampai di lokasi untuk mengetahui apa ada keluhan kesehatan atau tidak. Setelah itu barulah rombongan diantar ke penginapan sesuai yang terdaftar,” kata panita.

Demikian juga bagi kafilah yang datang melalui jalur darat. Tetap harus memiliki surat hasil swab yang menyatakan negatif covid-19 dua hari sebelum keberangkatan dan suhu tubuh di bawah 37,5 °C. Serta wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan juga mengisi kusioner kesehatan sebelum masuk penginapan.

“LO juga akan mendampingin dari semenjak kedatangan hingga akhir, dan tentunya peserta wajib mengikuti protokol kesehatan seperti yang ditentukan,” lanjut penjelasan dalam buku panduan. (Tasya/ABW)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak