Langgam.id- Sekitar 270 rumah terdampak bencana di Kota Padang terdata sebagai penerima bantuan tunai Rp2 juta per rumah. Besar bantuan tersebut diberikan berdasarkan klasifikasi tingkat kerusakan rumah.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan bantuan menyasar rumah warga yang terdampak bencana.
“Hari ini kita memberikan bantuan langsung tunai sebanyak Rp2 juta kepada siapa pun yang terdampak, tentu akan diklasifikasikan rusaknya,” kata Fadly saat memberikan bantuan di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu (09/08/2026).
Fadly mengatakan sekitar 270 rumah telah masuk dalam pendataan awal. Ia menyebut jumlah tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.
“Kita sedang mendata, namun untuk daerah-daerah seperti Lapau Munggu ini sudah insyaallah terselesaikan,” ujarnya.
Lanjutnya, warga yang belum masuk dalam pendataan dapat berkoordinasi dengan BPBD, camat dan lurah. Pemerintah masih membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi rumahnya.
“Silakan nanti dikomunikasikan dengan BPBD, camat dan camat terkait,” katanya.
Secara keseluruhan, terdapat 6.680 rumah yang terdampak bencana di Kota Padang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.348 rumah telah masuk dalam pendataan.
Fadly menjelaskan, bantuan Rp2 juta tidak otomatis diberikan kepada seluruh rumah yang terdampak. Penerima ditentukan setelah kondisi rumah diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakannya.
“Sebanyak Rp2 juta kepada siapa pun yang terdampak, tentu akan diklasifikasikan rusaknya,” ujarnya.
Namun, Fadly belum menjelaskan indikator teknis yang membedakan kategori rusak ringan dan rusak sedang.
Karena itu, jumlah sekitar 270 rumah tersebut masih merupakan data awal penerima bantuan. Pemerintah masih dapat memperbarui jumlah penerima setelah proses verifikasi di lapangan.
Selain bantuan tunai, Pemko Padang juga menyalurkan bantuan dari Wakil Presiden RI dan BNPB. Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi warga terdampak.
“Kita pun juga membantu menyalurkan bantuan dari Wakil Presiden dan BNPB berupa sembako, susu, alat-alat, matras dan lain-lainnya,” katanya. (fix)






