Praktisi Keinsinyuran: Kepemimpinan di Sumbar Perlu Akselerasi Pembangunan dan Inovasi

Praktisi keinsinyuran nasional, Ulul Azmi, berpandangan kondisi Sumatra Barat (Sumbar) dinilai mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi

Praktisi keinsinyuran nasional, Ulul Azmi. [foto: Ist]

Langgam.id – Praktisi keinsinyuran nasional, Ulul Azmi, berpandangan kondisi Sumatra Barat (Sumbar) dinilai mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, meskipun telah melalui kepemimpinan yang relatif stabil selama 15 tahun terakhir.

“Stabilitas politik dan kepemimpinan itu penting. Tetapi tanpa akselerasi dalam sektor pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur, stabilitas tersebut tidak akan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya, Senin (28/4/2025).

Menurut tokoh muda asal Sumbar ini, rendahnya realisasi proyek strategis, lambatnya peningkatan investasi, dan minimnya inovasi di sektor industri serta pariwisata menunjukkan perlunya perubahan paradigma dalam tata kelola pembangunan daerah.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya mencapai 4,36%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,62% . Realisasi investasi juga masih tergolong rendah, dengan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,4 triliun, terendah di antara provinsi-provinsi di Sumatra.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar tahun 2024 tercatat sebesar 76,43, meningkat 0,79 poin dari tahun sebelumnya, namun masih berada di bawah rata-rata nasional. Angka prevalensi stunting di Sumbar juga masih tinggi, yakni sebesar 23,6%, jauh di atas target nasional sebesar 14%.

“Sumbar butuh kepemimpinan progresif, berani melakukan terobosan, mendorong inovasi berbasis riset, dan mempercepat transformasi infrastruktur,” tegas Ulul Azmi yang juga dikenal aktif membangun kolaborasi di dunia keinsinyuran nasional.

Ia pun menyoroti bahwa dengan potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia yang luar biasa, Sumbar seharusnya mampu bergerak lebih cepat dan dinamis. Namun, peluang tersebut tidak akan maksimal tanpa percepatan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, dan penguatan sektor produktif berbasis teknologi dan inovasi.

“Era ini membutuhkan kerja nyata berbasis data, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Bukan sekadar rutinitas administratif atau slogan politik,” imbuhnya.

Ulul Azmi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan generasi muda Sumbar untuk aktif terlibat dalam mendorong perubahan ke arah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

“Sumbar memiliki potensi emas. Saatnya kita bergerak lebih cepat dan berpikir lebih strategis untuk masa depan yang lebih gemilang,” ungkapnya. (*/yki)

Baca Juga

Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat pengawasan terhadap travel umrah yang belum mengantongi izin operasional.
Kemenhaj Sumbar Akan Tindak Tegas Travel Umrah Tak Berizin
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
5 Anggota DPR RI Asal Sumbar Belum Lapor LHKPN 2025, dari Andre Rosiade hingga Rahmat Saleh
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI
LBH Padang Soroti Temuan BPK Rp704 Juta pada Proyek Gedung MUI