PR di Sumbar 17,6 Persen, Andani Sebut Larangan Pesantren Ramadan Perlu Dipertimbangkan

dr Andani

Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Andani Eka Putra (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Langgam.id – Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Universitas Andalas Andani Eka Putra mengatakan positivity rate covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) sudah menyentuh rekor baru yakni 17,6 persen. Angka itu tercatat berdasarkan hasil tes pada Selasa (20/4/2021).

“Hasil kemaren adalah kondisi terburuk sejak era pandemi, mengingat jumlah testing yang sudah banyak yaitu 2.493 namun PR tinggi, 430 positif atau PR 17,6%,” ujar Andani, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah untuk menyikapi kondisi tersebut. Dia menyarakan agar izin kegiatan buka bersama dan pesantren Ramadan dipertimbangkan.

“Perlu pertimbangan pelarangan buka bersama dengan prokes ketat, pertimbangan pesantren Ramadan, pengawasan saat tarawih,” ujarnya.

Selain itu, menurut Andani, perlu ada sanksi yang tergas kepada pengelola mall dan fasilitas umum yang menerima pengunjung tanpa protokol kesehatan yang ketat. Dia juga menyarankan agar aparatur sipil negara bekerja dari rumah hingga Lebaran.

Dia juga berpesan agar pihak rumah sakit bersiap dengan kemungkinan terburuk. “Rumah sakit sebagai benteng terakhir harus bersiap dengan segala kemungkinan terjadi,” kata Andani. (ABW)

Baca Juga

Ilustrasi - temperatur saat panas. (Foto: geralt/pixabay.com
Sumbar Dilanda Cuaca Panas, Ini 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Aman Beraktivitas
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Macet di Sitinjau Lauik ulah truk bermasalah. (Dok. WAG Sitinjau Lauik)
Dua Jam Sitinjau Lauik Lumpuh Ulah Dua Truk Bermasalah, Jalur Padang–Solok Kembali Lancar
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih