Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok memaksimalkan penanganan dan pemulihan pascabanjir bandang atau galodo yang menerjang sejumlah wilayah di daerah itu.
Selain melibatkan tim gabungan dan relawan, aparatur sipil negara (ASN) turut dikerahkan membantu membersihkan kawasan yang terdampak.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy mengatakan, seluruh unsur saat ini masih bekerja untuk mempercepat proses pemulihan setelah galodo menerjang pada Senin (21/9/2026) malam.
“Saat ini kita terus bekerja. Kita juga sudah mengeluarkan SK tanggap darurat dan penanganan terus kita lakukan,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Masheri mengatakan korban yang mengalami luka-luka masih mendapatkan penanganan. Sementara itu, tim gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
“Satu orang yang hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan satu orang lagi masih dalam pencarian,” ujarnya.
Menurut Masheri, saat ini sekitar 117 warga mengungsi di sejumlah lokasi. Selain itu, terdapat 21 pengungsi yang ditempatkan di rumah dinas Bupati Solok dan rumah dinas Wakil Bupati Solok.
Di tengah proses pemulihan, bantuan dari berbagai instansi dan daerah juga terus berdatangan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa kebutuhan dasar, tetapi juga peralatan, termasuk alat berat untuk membantu membersihkan material galodo.
“Selain itu juga turut serta relawan dari BNPB, Basarnas, TNI/Polri dan lainnya. Beberapa instansi juga mendirikan posko di tempat kita yang akan kita akomodir semua,” katanya.
Masheri menambahkan, pemerintah daerah juga mengerahkan ASN, terutama pegawai yang kantornya terdampak galodo, untuk membantu proses pembersihan kawasan perkantoran di Arosuka.
Sebelumnya, Pemkab Solok sempat menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH bagi ASN yang berkantor di kawasan terdampak. Namun, setelah dilakukan evaluasi, kebijakan tersebut dicabut dan ASN kembali bekerja dari kantor.
“Sebelumnya kita berikan edaran terkait WFH, namun setelah kita lakukan evaluasi kita tarik dan para ASN kembali ke kantor yang berlokasi di Arosuka,” ujarnya.
Menurutnya, ASN yang bertugas pada sektor pelayanan tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Sementara sebagian ASN lainnya dikerahkan untuk membantu pembersihan kawasan perkantoran maupun membantu warga terdampak.
“Sebagian ASN turut dikerahkan menjadi relawan untuk membantu pembersihan atau kita sebar untuk membantu masyarakat,” katanya.
Proses pembersihan dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual dan menggunakan alat berat. Penggunaan alat berat diperlukan karena masih terdapat material berupa batu-batu berukuran besar yang sulit dipindahkan dengan tenaga manusia.
“Metode pembersihan kita gunakan secara manual dan juga mekanis karena ada material bebatuan yang tidak bisa dengan tenaga manusia,” pungkasnya. (WAN)






