Langgam.id – Wacana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Solok mencuat setelah kawasan Arosuka diterjang banjir bandang atau galodo pada pekan lalu.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, rencana tersebut masih perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk dengan melibatkan ahli geologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan akademisi.
Hingga kini, Pemkab Solok juga belum menentukan lokasi yang akan menjadi kawasan pemerintahan baru jika relokasi dilakukan.
“Kalau memang di Solok lokasi kantor pemerintahan saat ini rawan dan langganan bencana, kalau ada relokasi ke daerah baru kan cukup baik,” kata Pandu, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, penentuan lokasi baru harus dilakukan melalui kajian dan memastikan kawasan tersebut aman dari potensi bencana. Selain itu, rencana relokasi juga harus mendapat dukungan masyarakat.
“Kita cek, kita pastikan dulu titiknya. Karena tentu harus mendapat dukungan juga dari masyarakat,” ujarnya.
Pandu mengungkapkan, wacana pemindahan kawasan pemerintahan tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat saat kunjungan ke lokasi bencana.
Kata dia, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap kemungkinan pembangunan kawasan pemerintahan di lokasi baru.
“Rencana relokasi daerah baru juga dapat dukungan dari pemerintah pusat, luar biasa,” ungkapnya.(WAN)






