Penanganan Galodo Belum Tuntas, Pemkab Solok Evaluasi Masa Tanggap Darurat

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok akan mengevaluasi penanganan pascabanjir bandang atau galodo menjelang berakhirnya masa tanggap darurat pada 5 Oktober 2026.

Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah masa tanggap darurat perlu diperpanjang atau penanganan dapat dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy mengatakan, evaluasi akan dibahas dalam rapat bersama sejumlah instansi terkait. Di antaranya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), BMKG, BNPB, serta Forkopimda Kabupaten Solok.

“Nanti kami rapatkan dengan pihak terkait dan di situ akan diputuskan apakah masa tanggap darurat akan diperpanjang atau tidak,” kata Boy, Rabu (30/9/2026).

Ia mengungkapkam, pemerintah daerah masih melakukan penanganan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Namun, tidak seluruh kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi secara bersamaan.

“Belum semua permintaan bisa dipenuhi. Kami tetap berupaya maksimal sesuai aturan,” ujarnya.

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Solok telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga menyalurkan dana tunggu hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mendukung operasional penanganan bencana, Pemkab Solok telah mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT). Menurut Boy, anggaran itu saat ini sudah dapat dicairkan.

“Untuk kebutuhan operasional, pemerintah daerah juga telah mengajukan BTT dan dana tersebut sudah dapat dicairkan,” ungkapnya.

Jika masa tanggap darurat tidak diperpanjang, penanganan akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tim Jitupasna akan melakukan kajian untuk menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

“Tim Jitupasna akan menyusun R3P untuk diajukan kepada pemerintah pusat,” tuturnya.

Di sisi lain, sebagian warga terdampak memilih mengungsi di rumah keluarga maupun kerabat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyediakan lokasi pengungsian bagi warga yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara.

“Bagi yang membutuhkan, tempat pengungsian tetap kami sediakan di rumah dinas bupati dan wakil bupati,” kata dia. (WAN)

Baca Juga

Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Hamdi)
Pemkab Solok Usul Pembangunan 3 Sabo Dam Senilai Rp 250 Miliar Usai Arosuka Diterjang Galodo
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Langgam.id - Dua pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgAPA) masih dirawat di RSUP M Djamil Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Kondisi Korban Galodo Solok Mulai Membaik, Selesai Operasi Patah Tulang di RS M Djamil
Korban Kedua Galodo Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
Korban Kedua Galodo Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
Kunjungi Posko Galodo Solok, Gibran Minta Bantuan Tak Menumpuk dan Terus Dipasok
Kunjungi Posko Galodo Solok, Gibran Minta Bantuan Tak Menumpuk dan Terus Dipasok
Momen Gibran Foto Bersama Warga Usai Tinjau Posko Bencana Solok
Momen Gibran Foto Bersama Warga Usai Tinjau Posko Bencana Solok