Pemprov Sumbar Desak Pemda Setor Data Calon Penerima Bantuan karena Corona

Warga Miskin Padang

Ilustrasi (Foto: Pixabay.com)

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mendesak kabupaten dan kota agar segera menyampaikan data calon penerima bantuan langsung dari pemprov untuk meringankan beban warga yang terdampak Virus Corona (Covid-19).

Kepala Biro Perekonomian Sumbar, Irsyad mengatakan, selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan bantuan kepada masyarakat terdampak dan berkategori miskin dalam bentuk bantuan langsung.

“Anggarannya sudah ada, tinggal pencairan bantuan menunggu data dari pemda-pemda. Semakin cepat semakin baik, agar nanti data penerimanya tidak tumpang tindih,” ujarnya kepada Langgam.id, Jumat (10/4/2020).

Ia mengatakan, saat ini baru Pemko Padang Panjang yang sudah mengirimkan data penerima bantuan langsung tersebut. Sementara pemda lainnya belum menyetorkan data.

Menurutnya, data-data tersebut akan disinkronisasi dan diverifikasi ulang untuk memastikan bantuan dibagikan secara adil dan merata bagi masyarakat yang membutuhkan. Apalagi, ada bantuan dari pusat, bantuan dari provinsi dan bantuan yang disiapkan kabupaten dan kota sendiri.

“Supaya jangan ada yang dapat bantuan berkali-kali, sementara yang lainnya ada yang tidak dapat,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar mengalokasikan bantuan sebanyak Rp215 miliar yang akan dibagikan kepada 359.910 orang. Bantuan diberikan dalam bentuk tunai, senilai Rp200 ribu per orang setiap bulan, selama masa pananganan corona.

Ia mengungkapkan, bantuan langsung itu akan segera dicairkan jika pemerintah daerah kabupaten dan kota sudah selesai menyiapkan data-data calon penerima.

“Untuk penerima, nama dan alamat kita serahkan sepenuhnya kepada bupati dan wali kota, kalau sudah ada langsung dikirimkan,” kata Nasrul. (Herry/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak