OJK Nilai Kinerja Industri Keuangan Sumbar Solid Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.

Ilustrasi. (Foto: stevepb/pixabay.com)

Langgam.id – Industri jasa keuangan di Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang solid dan berperan signifikan dalam mendukung aktivitas perekonomian daerah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2025 secara tahunan (yoy) yang mencapai 3,94 persen.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, kinerja positif ini menjadi sinyal baik bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

“Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan stabil. Ini adalah indikasi bahwa sistem keuangan kita mampu mendukung dan mendorong aktivitas ekonomi di seluruh sektor,” ujar Roni Nazra, dalam siaran resmi, Jumat (29/8/2025).

Perbankan Konvensional Tumbuh Stabil

Perbankan Konvensional Tumbuh StabilData OJK per Juni 2025 menunjukkan bahwa total aset perbankan di Sumatera Barat mencapai Rp84,22 triliun, tumbuh 2,79% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan total penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 2,71% (yoy) menjadi Rp73,36 triliun.

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp57,99 triliun, meningkat 2,13% (yoy). Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masih terjaga di angka 2,65%, meskipun ada sedikit peningkatan dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar 2,53%.

Peran perbankan dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tetap signifikan. Penyaluran kredit untuk UMKM mencapai Rp31,62 triliun, tumbuh 0,62% (yoy) dan menyumbang 43,10% dari total seluruh kredit yang disalurkan.

Kinerja Perbankan Syariah Melesat

Sektor perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih pesat. Per Juni 2025, total aset perbankan syariah mencapai Rp13,65 triliun, melonjak hingga 30,50% (yoy).

Peningkatan aset ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan, mencapai Rp11,42 triliun atau tumbuh 28,72% (yoy). Penghimpunan DPK juga menunjukkan performa yang kuat dengan total Rp10,89 triliun, tumbuh 11,84% (yoy).

Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada perbankan syariah juga terjaga dengan baik, bahkan mengalami penurunan menjadi 1,58% dari 1,66% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perkembangan pesat perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan yang berbasis syariah. Ini merupakan momentum positif yang perlu terus didorong,” tutup Roni Nazra.

Tag:

Baca Juga

OJK Dorong BPR-BPRS Jadi Mitra UMKM, 740 Ribu Pelaku Usaha di Sumbar Jadi Sasaran
OJK Dorong BPR-BPRS Jadi Mitra UMKM, 740 Ribu Pelaku Usaha di Sumbar Jadi Sasaran
Dampak Covid-19 sumbar
OJK Sumbar Terima 626 Pengaduan, Paling Banyak Soal Perilaku Petugas Penagihan
Satgas Waspada Investasi Temukan 80 Pinjol dan 9 Pergadaian Tanpa Izin
OJK Catat Outstanding Pinjol di Sumbar Capai Rp1,49 Triliun
Dampak Covid-19 sumbar
NPF Perusahaan Pembiayaan Sumbar 2,65 Persen, OJK Klaim Membaik
OJK Catat Aset BPR Sumbar Capai Rp3,04 Triliun
OJK Catat Aset BPR Sumbar Capai Rp3,04 Triliun
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.
OJK Catat Pembiayaan Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 16,22 Persen