Triwulan I 2026, OJK Catat Aset Perbankan Sumbar Capai Rp86,74 Triliun

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai

Ilustrasi. [canva]

Langgam.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 mencapai Rp86,74 triliun. Nilai tersebut tumbuh 3,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan aset perbankan menunjukkan sektor jasa keuangan di Sumbar masih berada dalam kondisi stabil dan positif.

“Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tetap tumbuh solid dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” kata Roni dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Selain pertumbuhan aset, OJK juga mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di Sumbar mencapai Rp75,50 triliun atau tumbuh 2,98 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp62,92 triliun atau meningkat 9,24 persen dibandingkan Maret 2025.

Menurut Roni, risiko kredit perbankan di Sumbar masih relatif terkendali dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 2,78 persen, meski sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,51 persen.

Di sektor UMKM, penyaluran kredit mencapai Rp30,87 triliun atau sekitar 40,89 persen dari total kredit perbankan. Namun secara tahunan, kredit UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen.

Selain perbankan konvensional, kinerja perbankan syariah di Sumbar juga tumbuh positif. Hingga Maret 2026, total aset perbankan syariah mencapai Rp14,84 triliun atau tumbuh 13,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen, sedangkan pembiayaan meningkat 14,68 persen menjadi Rp12,71 triliun.

“Risiko pembiayaan syariah juga masih terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 1,75 persen,” ujar Roni.

OJK juga mencatat pertumbuhan positif pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah. Total aset BPR di Sumbar mencapai Rp2,93 triliun atau tumbuh 7,17 persen secara tahunan.

Selain itu, sektor pasar modal di Sumbar juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 395.768 investor atau tumbuh 97,15 persen dibandingkan Maret 2025.

Menurut Roni, pertumbuhan sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumbar yang pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,02 persen secara tahunan. (HER)

Tag:

Baca Juga

Perbarui Kerjasama, OJK dan UNAND Perkuat Sinergi Literasi Keuangan
Perbarui Kerjasama, OJK dan UNAND Perkuat Sinergi Literasi Keuangan
Cabut Izin BPR di Dharmasraya, OJK Minta Nasabah Tenang dan Pastikan Dana Aman
Cabut Izin BPR di Dharmasraya, OJK Minta Nasabah Tenang dan Pastikan Dana Aman
Gagal Penuhi Kewajiban Modal Minimum, OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai
Gagal Penuhi Kewajiban Modal Minimum, OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai
Investor Saham Sumbar
Dorong Daya Tarik Pasar Modal: OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Reformasi Transparansi
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Izin BPR Pembangunan Nagari Dicabut, OJK Minta Nasabah Tenang: Dana Dijamin LPS
Dampak Covid-19 sumbar
OJK Cabut Izin Usaha BPR Pembangunan Nagari di Lubuk Basung