Langgam.id – Massa unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), akhirnya membubarkan diri usai membacakan tuntutan secara terbuka, Senin (15/6/2026) malam.
Pantauan Langgam.id, sekitar pukul 19.30 WIB, akses Jalan Jenderal Sudirman kembali dibuka dan arus lalu lintas telah normal.
“Wagub Vasko masih di Kabupaten Agam, jika kita menunggu di sini akan lama. Alangkah baiknya kita konsolidasi ulang,” kata seorang koordinator aksi dan meminta rekannya membubarkan diri.
Mahasiswa pun meminta maaf kepada masyarakat luas, karena telah mengganggu akses lalu lintas. “Kami minta maaf mengganggu perjalan masyarakat akibat jalan ditutup,” ucapnya.
Sementara itu, mahasiswa menyatakan sikap dan membacan tuntutan mereka. Di antaranya meminta agar penggunaan APBD digunakan semestinya, bukan untuk renovasi rumah dinas gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris daerah.
Pemerintah provinsi diminta untuk menjelaskan transparansi atas penggunaan APBD tersebut. Kemudian, mahasiswa meminta penertiban pertambangan emas ilegal dalam kurun waktu dua minggu.
Selanjutnya, meminta pemerintah provinsi untuk segera menindaklanjuti pembangunan huntap dan bantuan bagi korban bencana ekologis.
Berikutnya, mendorong pemerintah fokus terhadap perbaikan ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur pascabenca. Terakhir, mendesak pemerintah membatalakan Revisi UU Polri serta percepatan RUU Perampasan Aset. (WAN)





