Langgam.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kota Padang, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (25/6/2026) sore.
Pantauan Langgam.id, terlihat massa mahasiswa membawa beberapa poster yang bertuliskan “adili Mahyeldi- Vasco, Sumbar Gelap, Gubenur Inkompoter Wagub Hobi Konten”.
Dalam aksinya, mahasiswa juga membakar dua ban di tengah kerumunan massa aksi. Formatur HMI Cabang Padang, Maichel Firmansyah, mengatakan peserta aksi berasal dari berbagai organisasi, di antaranya HMI, GMNI, dan BEM SI.
Ia mengatakan, terdapat tujuh tuntutan utama yang disampaikan kepada Gubenur Mahyeldi dan Wakil Gubenur Sumbar, Vasko Ruseimy.
“Kami meminta transparansi penggunaan APBD Provinsi Sumbar, khususnya terkait anggaran renovasi rumah dinas gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, serta kantor gubernur,” kata Maichel.
Selanjutnya, mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar dan Forkopimda segera menuntaskan aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang dinilai semakin merusak lingkungan.
“Kami juga menuntut percepatan penanganan pascabencana ekologi, termasuk pembangunan hunian tetap dan bantuan bagi masyarakat terdampak,” ujar Maichel.
Tuntutan keempat adalah berkaitan dengan kondisi ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur pascabencana. Sekaligus, mahasiswa juga meminta kejelasan terkait relokasi pedagang kaki lima di kawasan GOR Haji Agus Salim.
Kelima, mahasiswa menyoroti persoalan pendidikan di Sumbar, mulai dari kondisi infrastruktur sekolah, pemerataan guru ASN di wilayah 3T, hingga pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu.
Keenam, mahasiswa mendesak pemerintah membatalkan Rancangan Undang-Undang Polri serta mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset untuk mendukung pemberantasan korupsi.
Tuntutan ketujuh adalah penurunan harga bahan pokok serta penjelasan pemerintah terkait perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sumbar dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Ada beberapa isu yang kami bawa, mulai dari dana APBD, relokasi anggaran perbaikan rumah dinas, persoalan tambang ilegal, hingga masalah BBM di Sumbar,” katanya.
Hingga sore ini, massa mahasiswa masih melangsungkan aksi unjuk rasa mereka. (WAN)






