Mahyeldi: Hasil Laut Melimpah tapi Kemiskinan Ada di Pesisir

KAPAL NELAYAN

Kapal nelayan di Muaro Padang (Foto: MC Kota Padang)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta pemerintah daerah mengembangkan potensi sumber daya luat. Dia menyebut saat ini ada kontradiksi pada potensi kelautan dan ekonomi masyarakat.

“Potensi laut Ini perlu kita gali, negara kita negara maritim, hasil laut melimpah tapi kemiskinan malah ada di pesisir, jadi kita harus serius mengelola ini,” kata Mahyeldi, Rabu (10/3/2021).

Hal itu disampaikan Mahyeldi Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernuran. Menurut Mahyeldi, salah satu potensi laun Sumbar ada di kawasan Kepulauan Mentawai.

“Berdasarkan riset dan analisa yang sudah kita lakukan, kita di Sumbar ini punya potensi benih lobster yang bagus di Kepulauan Mentawai,” ucapnya.

Terkait potensi itu, Pemprov Sumbar akan mengajukan ke pemerintah pusat untuk menjadikan Mentawai sebagai sentra pengambangan budidaya lobster.

“Untuk itu kita minta ke pemerintah pusat untuk menetapkan Mentawai dijadikan sentra pengambangan budidaya lobster di Sumatera Barat. Kita sudah siapkan suratnya,” kata Kepala DKP Sumbar Yosmeri. (*/ABW)

Baca Juga

Longsor di kawasan tambang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/8/2026).
Longsor di Kawasan Tambang Silokek, 4 Korban Luka-Luka
Longsor di kawasan tambang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/8/2026).
Breaking News! Longsor di Kawasan Bekas Tambang SilokekĀ 
Perjalanan Ulya Jadi Utusan Paskibraka Asal Sumbar
Perjalanan Ulya Jadi Utusan Paskibraka Asal Sumbar
Sumbar Kembali Kirim 2,03 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT
Sumbar Kembali Kirim 2,03 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT
BMKG Sebut Udara Padang Kabur Akibat Hotspot di Provinsi Tetangga
BMKG Sebut Udara Padang Kabur Akibat Hotspot di Provinsi Tetangga
Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi
Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi