Mahyeldi: Hasil Laut Melimpah tapi Kemiskinan Ada di Pesisir

KAPAL NELAYAN

Kapal nelayan di Muaro Padang (Foto: MC Kota Padang)

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta pemerintah daerah mengembangkan potensi sumber daya luat. Dia menyebut saat ini ada kontradiksi pada potensi kelautan dan ekonomi masyarakat.

“Potensi laut Ini perlu kita gali, negara kita negara maritim, hasil laut melimpah tapi kemiskinan malah ada di pesisir, jadi kita harus serius mengelola ini,” kata Mahyeldi, Rabu (10/3/2021).

Hal itu disampaikan Mahyeldi Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernuran. Menurut Mahyeldi, salah satu potensi laun Sumbar ada di kawasan Kepulauan Mentawai.

“Berdasarkan riset dan analisa yang sudah kita lakukan, kita di Sumbar ini punya potensi benih lobster yang bagus di Kepulauan Mentawai,” ucapnya.

Terkait potensi itu, Pemprov Sumbar akan mengajukan ke pemerintah pusat untuk menjadikan Mentawai sebagai sentra pengambangan budidaya lobster.

“Untuk itu kita minta ke pemerintah pusat untuk menetapkan Mentawai dijadikan sentra pengambangan budidaya lobster di Sumatera Barat. Kita sudah siapkan suratnya,” kata Kepala DKP Sumbar Yosmeri. (*/ABW)

Baca Juga

Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Fakta Penggerebekan Kampung Narkoba Padang: 33 Orang Diciduk, Ratusan Paket Sabu Disita 
Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Polda Gerebek Kampung Narkoba di Padang, DPRD: Ini Tamparan Keras
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
TIM SAR mengevakuasi wisatawan terjatu dari puncak air terjun robo di Harau, Payakumbuh.
Korban Terjatuh di Air Terjun Robo Ditemukan Meninggal 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih