Jalan Lintas Sumatra Sumbar-Jambi Putus Akibat Amblas, Lalu Lintas Macet

Langgam.id- Jalan lintas Sumatra yang menghubungkan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dengan Jambi putus total. Badan jalan terputus karena tingginya debit air yang meluap karena intensitas hujan yang tinggi pada Minggu (2/3). 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya Eldison mengatakan, jalan nasional yang putus tersebut berada di kawasan Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi.

“Lokasinya hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar,” ujarnya saat dihubungi Langgam.id.

Ia mengatakan, air meluap dan mengalir dengan deras akibat tingginya intensitas hujan. Sehingga menyebabkan infrastruktur jalan rusak.

“Jalan nasional ini mengalami longsor atau pengikisan tanah dengan lebar kerusakan mencapai enam hingga sepuluh meter,” ujarnya.

Kata dia, jalan tersebut merupakan jalur vital antar provinsi. Banyak kendaraan menuju Jakarta yang melewati jalur tersebut

“Jalan itu kini tak dapat dilalui kendaraan sama sekali. Terjadi kemacetan,” ujarnya.

Eldison menyebutkan BPBD Kabupaten Dharmasraya berkoodinasi dengan berbagai instansi dalam penanganan. Termasuk koordinasi dengan BPBD Bungo.

Baca Juga

Ilustrasi - temperatur saat panas. (Foto: geralt/pixabay.com
Sumbar Dilanda Cuaca Panas, Ini 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Aman Beraktivitas
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Macet di Sitinjau Lauik ulah truk bermasalah. (Dok. WAG Sitinjau Lauik)
Dua Jam Sitinjau Lauik Lumpuh Ulah Dua Truk Bermasalah, Jalur Padang–Solok Kembali Lancar
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih