Hasil Ukur Kualitas Udara di Padang Terpantau Baik

Hasil Ukur Kualitas Udara di Padang Terpantau Baik

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah membagikan masker kepada pengguna jalan tanggal 14 September lalu (Foto: Humas Kota Padang)

Langgam.id – Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kantor Gubernur Sumatra Barat, kualitas udara di Kota Padang terpantau baik, Rabu (18/9/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon menyebutkan, pengukurna kualitas udara dilakukan setiap hari. “Saat ini, masih dalam kategori baik dan kedepannya akan terus dipantau, karena masih ada titik panas di daerah tetangga,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id.

Berdasarkan hasil pengukuran sebelumnya, kata Mairizon, kualitas udara di Kota Padang pada tangal 12 September 2019, pukul 15.00 WIB, ISPU tercatat dalam kategori sedang, dan perlu diwaspadai.

“Kita mengimbau, agar masyarakat tidak membakar saat pembukaan lahan, ataupun membakar jerami dan lainnnya tanpa pengawasan. Kurangilah aktivitas di luar rumah, jika tidak terlalu penting,” ungkapnya.

Lalu, ia berharap semoga kualitas udara di Kota Padang terus membaik. “Semoga kedepannya kualitas udara kian membaik,” ucap Mairizon. (*/ZE)

Baca Juga

Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara
Kemunafikan Kaum Maskulin
Kemunafikan Kaum Maskulin
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi