Suasana PJJ di Sekolah Padang karena Kabut Asap

Langgam.id – Sejumlah sekolah di Kota Padang mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, dampak kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan surat Pemerintah Kota Padang, jenjang Paud dan TK sementara diliburkan. Sementara SD dan SMP negeri maupun swasta menerapkan PJJ mulai Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).

Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan tetap masuk ke sekolah. Mereka melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh dari lingkungan sekolah.

Pantauan Langgam.id di SD Negeri 03 Alai Parak Kopi, Rabu (9/9/2026), aktivitas guru masih terlihat di sekolah. Pintu gerbang sekolah hanya dibuka sebagian.

Di dalam gedung, sejumlah guru terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing masing. Apabila melihat ke gedung kelas, tampak pintu tertutup rapat. Di dalam sejumlah ruangan kelas yang tampak guru itu menggunakan laptop.

Kepala SD Negeri 03 Alai Parak Kopi Anri mengatakan, pembelajaran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi siswa di rumah. Karena guru memanfaatkan buku pelajaran yang telah dimiliki siswa.

Setelah siswa membaca materi, guru memberikan penjelasan melalui rekaman suara yang dikirimkan melalui grup WhatsApp.

“Materinya sudah terstruktur sesuai dengan daftar pelajaran. Setelah anak membaca buku, guru memberikan penjelasan melalui rekaman suara di grup WhatsApp,” kata Anri kepada Langgam.id

Selain rekaman suara, komunikasi antara guru dan siswa juga dilakukan melalui pesan WhatsApp. Guru memberikan penjelasan apabila terdapat materi yang belum dipahami siswa.

Dalam pelaksanaannya, grup WhatsApp juga melibatkan orang tua siswa. Orang tua dapat memantau aktivitas anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Di dalam grup ada orang tua, sehingga orang tua juga bisa memantau apakah anak mengikuti pelajaran atau tidak,” ujar Anri sembari menyebutkan selain mengikuti materi, siswa juga diberikan tugas untuk dikerjakan secara mandiri di rumah.

SD Negeri 03 Alai Parak Kopi memiliki 733 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 382 siswa laki-laki dan 351 siswa perempuan. Sebagian besar siswa sekolah tersebut berdomisili di kawasan Alai, Parak Kopi dan Gunung Pangilun.

Anri mengakui pembelajaran secara daring tidak seefektif pembelajaran tatap muka. Namun, menurutnya, kondisi kualitas udara saat ini membuat kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama.

“Memang belajar daring ini tidak seefektif belajar langsung. Namun, untuk kondisi sekarang, yang lebih penting adalah menjaga kesehatan anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di TK Negeri 01 Rimbo Kaluang. Sejumlah alat permainan di sekolah tersebut tampak kosong tanpa aktivitas peserta didik.

Di dalam gedung, terlihat beberapa guru serta mahasiswa yang sedang menjalani praktik lapangan.

Salah seorang guru mengatakan kegiatan pembelajaran PAUD dan TK diliburkan mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Padang.

“Kita hari ini libur berdasarkan surat dari Pemerintah Kota. PAUD dan TK tidak melakukan pembelajaran sampai Jumat,” singkatnya. (WAN)

Baca Juga

Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Sejumlah Daerah di Dharmasraya
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Hotspot di Dharmasraya Terpantau Nihil, Kabut Asap Diduga Kiriman dari Daerah Lain
Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Dokumen saat masyarakat mengikut CFD Padang. (Dok.Langgam.id)
CFD Padang Kembali Digelar Besok, Dua Pekan Terhenti Gegara Kabut Asap
Langgam.id-cerah berawan
Kualitas Udara Kota Padang dan Padang Pariaman Berada di Level Sedang