Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran

Berita Terbaru dari Sumbar: Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari.

Seekor harimau terekam kamera warga di Situak Ujuang Gadiang, Kecamatan Lembah Malintang, Kabupaten Pasaman Barat. [foto: IG @infopasbar_]

Langgam.id - Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari. Sementara pembangunan jalan di lokasi munculnya harimau langsung dihentikan.

Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung ke lokasi usai video harimau beredar pada Selasa (22/1/2022). Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam spiritus untuk menghalau harimau agar masuk lebih jauh ke dalam hutan.

Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BKSDA Sumbar kejadian tersebut berada di PT. Sinar Halomoan, Pasaman Barat, pada hari Senin 17 Januari 2022 pukul 12.00 WIB. Saat itu ekskavator tersebut sedang memperbaiki jalan perkebunan.

"Setelah kejadian tersebut ekskavator ditarik dan pengerjaan jalan telah dihentikan, sesuai keterangan dari Humas PT. Sinar Halomoan," katanya, Sabtu (22/1/2022).

Tim BKSDA Sumbar tiba pada tiba sehari setelahnya yaitu Selasa (18/1/2022) pukul 14.00 WIB.  Tim melakukan koordinasi dengan Nagari, Polsek Lembah Melintang, identifikasi lokasi, pengecekan jejak, pemasangan kamera jebak, dan wawancara.

Baca Juga: BKSDA Rencana Usir Harimau yang Muncul di Pasbar Pakai Meriam

Dari hasil identifikasi, diketahui lokasi tersebut berada di Area Penggunaan Lainnya (APL) yang berupakan plasma PT. Sinar Halomoan dengan jarak 1,5 kilometer dari Hutan Lindung yang dikelola KPHL Pasaman Raya dan termasuk dalam bentang landscape Panti-Batang Gadis.

Kemudian diketahui, perekam video adalah Saing Siregar, (33 tahun) dan Fahmi Batubara (18 tahun) dan diposting oleh Dedi Lubis (45 tahun) di akun facebooknya.

Tim BKSDA Sumbar telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah bupati dan wali Nagari, Kepolisian dan manajemen perkebunan serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan.

"Langkah diambil seperti menghentikan kegiatan pembersihan jalan, melakukan penggiringan dengan menggunakan meriam karbit selama tiga hari," katanya.

Dari hasil pemantauan pada tanggal 18 s.d 20 Januari 2022, harimau tersebut tidak muncul lagi. Begitu juga dengan jejaknya tidak ditemukan sehingga kemungkinan besar telah berpindah ke hutan lindung. Pengusiran juga masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Diketahui sebelumnya, viral harimau muncul di di Jorong Situak, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Harimau direkam dari atas ekskavator saat petugas sedang bekerja.

Dalam video memperlihatkan kondisi sekitar berupa hutan. Sementara harimau tampak tenang ketika direkam.

Baca Juga: BKSDA Catat Populasi Harimau Sumatera di Sumbar Tinggal 120 Ekor

Ada 2 slide video yang beredar. Pada slide pertama, tampak harimau tersebut sedang duduk. Sementara di slide kedua, harimau berjalan meninggalkan lokasi.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id-Terminal Anak Air
Terminal Tipe A Anak Air Bakal Dioptimalkan, Bus AKDP dan Angkot Wajib Masuk Terminal
Bulog Sumbar Siapkan 22 Ribu Ton Beras di Tengah Mahalnya Harga Pangan
Bulog Sumbar Siapkan 22 Ribu Ton Beras di Tengah Mahalnya Harga Pangan
Hujan Lebat Rusak Empat Titik Ruas Jalan di Simarasok Agam
Hujan Lebat Rusak Empat Titik Ruas Jalan di Simarasok Agam
Masa siaga darurat penanganan dampak erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam diperpanjang hingga 25 Februari mendatang.
Siaga Darurat Gunung Marapi Diperpanjang Kembali
Muhammad Husni Sabil (28), yang menjadi korban TPPO di Myanmar akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air. Sabil sendiri adalah warga Sijunjung,
Pemprov Sumbar Beri Pendampingan Psikologis dan Hukum pada Korban TPPO Asal Sumbar di Jakarta
Ilustrasi kekerasan seksual
Seorang Gadis Asal Sumbar Berhasil Lolos dari Perdagangan Manusia di Jakarta