Langgam.id – Dinas Sosial Kabupaten Solok mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan korban terdampak, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan banjir bandang di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Sebanyak tiga dapur umum saat ini beroperasi di sekitar lokasi bencana. Masing-masing dikelola Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, serta BPBD yang mendirikan dapur umum di SMA Negeri 2 Gunung Talang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur mengatakan, dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama proses penanganan bencana berlangsung.
“Untuk makan siang hari ini kami menyediakan sekitar 2.000 porsi. Ini untuk korban, relawan, dan orang-orang yang ikut membantu proses penanganan bencana,” kata Desmalia, Rabu (23/9/2026).
Selain makan siang, dapur umum juga menyiapkan makanan untuk kebutuhan malam hari. Sekitar 1.000 porsi disiapkan untuk makan malam.
“Sekitar 1.000 porsi makanan disiapkan untuk makan malam,” ujarnya.
Desmalia mengatakan operasional dapur umum akan mengikuti masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan selama 14 hari. Jika tidak ada perubahan, layanan tersebut akan berlangsung hingga sekitar 5 Oktober 2026.
“Untuk sementara kita sesuaikan dengan masa tanggap darurat selama 14 hari, sampai sekitar 5 Oktober. Kalau nanti ada perpanjangan, tentu akan kita sesuaikan lagi,” kata dia.
Selain memastikan kebutuhan konsumsi, Dinas Sosial Kabupaten Solok juga masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Desmalia menyebut, sementara ini sekitar 200 orang telah tercatat sebagai korban terdampak. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan masih berlangsung.
“Secara sementara, terdapat sekitar 200 orang yang tercatat sebagai korban terdampak,” jelasnya.
Menurutnya, pendataan diperlukan untuk memastikan jumlah korban sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat terdampak. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
“Kita masih melakukan pendataan lagi untuk memastikan jumlah korban dan kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Desmalia berharap proses pendataan dapat segera dituntaskan sehingga distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Data tersebut juga akan menjadi acuan bagi pihak-pihak yang ingin menyalurkan bantuan kepada korban bencana.
“Dengan pendataan yang selesai, distribusi bantuan bisa segera dilakukan dan data yang dibutuhkan pihak-pihak yang ingin membantu juga bisa kita sampaikan,” tuturnya. (WAN)






