Data Pertamina: 80 Persen BBM Bersubsidi Dinikmati Orang Kaya

Langgam.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berupaya mengawasi mutu Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama jenis Pertalite.

Ilustrasi. (Foto: Skitterphoto/pixabay.com)

Langgam.id – Data PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading mengungkapkan bahwa 80 persen Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dinikmati orang kaya.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting menyebutkan, masyarakat miskin selama ini hanya menikmati 20 persen dari total BBM Bersubsidi.

“Solar dan Pertalite bersubsidi itu kebanyakan dikonsumsi orang kaya. Masyarakat miskin hanya dapat 20 persen,” ujar Irto melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/7/2022).

Pemerintah, kata Irto, menggelontorkan subsidi energi itu hingga Rp520 triliun, dengan sebagian besar dialokasikan untuk BBM bersubsidi jeni Solar dan Pertalite.

“Pertamina itu ditugaskan menyalurkan BBM Bersubsidi tetap sasaran dan tepat kuora sesuai yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Namun, Irto menyayangkan, tren konsumsi BBM Bersubsidi itu saat ini banyak dinikmati orang kaya. Jadi, jika tidak dilakukan pengaturan ulang dan pembatasan, maka akan ada potensi kelebihan atau over kuota.

“Jika tidak dilakukan pembatasan maka akan terjadi over kuota Solar sebesar 17,3 juta kiloliter, sementara tahun ini kuota Solar yang diberikan sebesar 14,91 juta kiloliter,” jelasnya.

Selain itu, untuk mendukung recana revisi Perpes Nomor: 191 Tahun 2014 dan Surat Keputusan BPH Migas Nomor: 1 Tahun 2022, Pertamina mengembangkan MyPertamina sebagai platform digital dalam penyaluran Pertalite sesuai dengan Peraturan BPH Migas Nomor: 6 Tahun 2013 tentang Penggunaan Sistem Teknologi Informasi Dalam Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

Baca juga: Belum Berlaku Hari Ini, Penggunaan Aplikasi MyPertamina Masih Sekadar Imbauan untuk Mendaftarkan Kendaraan

“Kami diwajibkan menyiapkan itu untuk mendata siapa saja yang menerima subsidi BBM. Di sini sesuai dengan regulasi dan kuota yang telah ditetapkan, sehingga subsidi energi Rp500 triliun tadi bisa tepat sasaran,” paparnya.

Nantinya, lanjut Irto, data yang terkumpul akan digunakan untuk menetapkan subsidi energi bersama pemerintah.

Baca Juga

Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
Pengisian BBM di Tanah Datar
Distribusi BBM di Sumbar Tersendat, Dinas ESDM Sebut Macet Sitinjau Lauik dan Lembah Anai Jadi Biang Kerok
Antrean BBM Mengular Lagi, ESDM Sumbar Ungkap Dampak Perbaikan Jembatan Bungus
Antrean BBM Mengular Lagi, ESDM Sumbar Ungkap Dampak Perbaikan Jembatan Bungus
Ini Penyebab Macet Kendaraan  Antre Isi Solar di SPBU Ampang
Ini Penyebab Macet Kendaraan Antre Isi Solar di SPBU Ampang
Antrean Mengular di SPBU Sumbar, Pertamina Tambah Penyaluran Biosolar dan Pertalite
Antrean Mengular di SPBU Sumbar, Pertamina Tambah Penyaluran Biosolar dan Pertalite
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat menggelar demo di halaman Gedung DPRD Sumatra Barat, Senin (15/6/2026).
Demo DPRD Sumbar, Mahasiswa Bawa Keranda Berisi Foto Prabowo