Langgam.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) tersendat ke sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) sejak sepekan terakhir. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berbagai kabupaten dan kota.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar mengklaim distribusi BBM terganggu karena dipicu kemacetan di jalur utama pendistribusian. Hal itu yang menyebabkan terlambatnya pasokan BBM sampai ke berbagai daerah.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan distribusi BBM mengalami hambatan akibat kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi jalur truk tangki menuju SPBU.
Tiga titik kemacetan yang berdampak terhadap distribusi BBM tersebut berada di ruas Padang–Solok melalui Sitinjau Lauik, Padang–Painan akibat pengerjaan jembatan Jeruai di kawasan Bungus Teluk Kabung, serta kawasan Lembah Anai.
“Antrean truk tangki BBM mencapai dua hingga tiga jam. Akibatnya, distribusi BBM ke SPBU mengalami keterlambatan sehingga pasokan di sejumlah SPBU menjadi terbatas,” ujar Helmi kepada Langgam.id, Sabtu (4/7/2026).
Helmi menjelaskan, sejak Kamis hingga saat ini, Pemprov Sumbar telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas ESDM, untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina guna mempercepat normalisasi distribusi BBM.
“Langkah tersebut dilakukan agar truk tangki yang tertahan di titik-titik kemacetan dapat segera melanjutkan perjalanan dan menyalurkan pasokan ke SPBU,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya penanganan di lokasi yang menjadi titik kemacetan.
“Sebagai upaya penanganan, tim dari Dinas Perhubungan bersama pihak terkait telah melakukan peninjauan ke kawasan Jembatan Teluk Kabung untuk melihat berbagai alternatif solusi dan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya. (ICA)






