Banjir Rendam Rumah Warga dan Kantor Lurah di Jondul Rawang Padang

Banjir Rendam Rumah Warga dan Kantor Lurah di Jondul Rawang Padang

Banjir di Jondul Rawang, Padang. (dok.ist)

Langgam.id – Sejumlah rumah di Kelurahan Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) terendam banjir sejak sore. Hingga malam, banjir yang disebabkan hujan sejak siang itu masih merendam rumah warga.

“Air sudah mulai masuk rumah sejak pukul 17.15 WIB ke dalam beberapa rumah warga,” kata salah seorang warga Wiwit, Senin (23/11/2020).

Selain rumah warga, banjir juga merendam kantor lurah Rawang. Tinggi air mencapai 30 centimeter atau setinggi betis orang dewasa.

Wiwit mengatakan, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka berharap hujan segera reda agar air yang menggenangi rumah mereka juga surut.

“Cuma bisa berharap agar hujan reda,” kata wiwit.

Wilayah Jondul Rawang memang dikenali sebagai salah satu lokasi langganan banjir di Padang. Setiap hujan deras turun, air begitu cepat menggenangi jalan dan masuk ke rumah warga.

“Dari dulu disini memang suka banjir, hujan sedikit saja langsung banjir. Apalagi daerah yang dekat dengan kantor lurah,” ucapnya. (Ela/ABW)

Baca Juga

Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Mitigasi Banjir, Pemko Padang  Segera Normalisasi Sungai 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Wapres Gibran dan BNPB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Padang
Wapres Gibran dan BNPB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Padang
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara